Angin Segar Turun Level PPKM bagi Semua Moda Transportasi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang kereta api Jayabaya berbincang dengan petugas di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa, 6 Juli 2021. PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta mencatat terjadi penurunan penumpang keberangkatan jarak jauh lebih dari 60 persen pada masa PPKM Darurat. TEMPO/Tony Hartawan

    Calon penumpang kereta api Jayabaya berbincang dengan petugas di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa, 6 Juli 2021. PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta mencatat terjadi penurunan penumpang keberangkatan jarak jauh lebih dari 60 persen pada masa PPKM Darurat. TEMPO/Tony Hartawan

    Sejak 23 Agustus, jumlah penumpang di enam bandara Angkasa Pura I di Jawa dan Bali mencapai 16.158 penumpang per hari. Artinya terjadi peningkatan rata-rata 3.000 penumpang per hari dibandingkan dengan periode 16-22 Agustus 2021.

    “Pada 16-22 Agustus 2021, tercatat kami melayani rata-rata hanya melayani 13.017 penumpang per hari  melalui enam bandara kami di Pulau Jawa dan Bali,” ujar Vice President Corporate Secretary Angkasa Pura I Handy Heryudhitiawan.

    Sedangkan pada periode 1-6 September 2021, jumlah penumpang di 15 bandara meningkat menjadi rata-rata 53.220 orang per hari di 15 bandara. Meski demikian, angka peningkatan ini dinilai belum signifikan dibandingkan dengan rata-rata angkutan penerbangan sebelum PPKM diberlakukan.

    Pada era sebelum pengetatan perjalanan, Handy mengatakan jumlah penumpang rata-rata per hari bisa menebus 119.845 penumpang atau dua kali lipat dibandingkan saat ini. Sedangkan secara umum sejak masa penerapan PPKM 3 Juli hingga 6 September 2021 ini, Angkasa Pura I hanya melayani  2,13 juta penumpang.

    “Angka tersebut turun turun jika dibandingkan sebelum penerapan PPKM 18 Mei hingga 2 Juli 2021. Saat itu kami melayani hingga 7,9 juta penumpang,” ujar Handy.

    Berdasarkan rutenya, Handy menjelaskan trafik penumpang tertinggi sepekan terakhir terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan jumlah 80.196 penumpang. Sedangkan trafik penumpang tertinggi kedua tercatat di Bandara Juanda Surabaya sebesar 66.623  penumpang, disusul Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang mencapai 33.433 penumpang.

    Peningkatan penumpang seiring dengan melonggarnya PPKM juga terjadi di moda transportasi jarak jauh lainnya. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendata jumlah penumpang kereta api jarak jauh meningkat hingga 14,4 persen selama 1-7 September.

    “Jumlah pelanggan KA jarak jauh pada periode 1-7 September 2021 adalah sebanyak 102.850 pelanggan dengan rata-rata pelanggan harian sebanyak 14.693 pelanggan,” ujar Vice President Public Relations PT KAI Joni Martinus.

    Sementara itu pada pekan sebelumnya, yakni 25-31 Agustus, jumlah penumpang KAI rata-rata per hari hanya 12.844. Secara kumulatif secara sepekan pada akhir Agustus, penumpang KAI berjumlah 89.910. Adapun rute favorit pelanggan kereta api jarak jauh pada periode 1-7 September 2021 adalah Stasiun Gambir-Stasiun Yogyakarta untuk perjalanan pergi-pualn. Jumlah penumpang kereta dengan rute tersebut tercatat mencapai 6.039 pelanggan.

    “Terjadi peningkatan pada rute tersebut sebesar 13,4 persen dibanding dengan pekan sebelumnya, yakni 25-31 Agustus 2021 dengan total 5.325 pelanggan,” tutur Joni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.