Waspadai Sia-sia PPKM Darurat Jakarta

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrian kendaraan teerlihat menjelang titik penyekatan baru di Mampang, Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021. Polda Metro Jaya menambah 25 titik penyekatan baru hingga total menjadi 100 titik penyekatan PPKM Darurat. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Antrian kendaraan teerlihat menjelang titik penyekatan baru di Mampang, Jakarta, Kamis, 15 Juli 2021. Polda Metro Jaya menambah 25 titik penyekatan baru hingga total menjadi 100 titik penyekatan PPKM Darurat. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap sore penduduk di kawasan permukiman kumuh Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara masih tampak bersilewaran di luar rumah. Mereka tak mengenakan masker di tengah melonjaknya kasus Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

    Sekretaris Komisi E Bidang Kesra DPRD DKI Jakarta Johnny Simanjuntak melihat pemandangan ini ketika hendak berolahraga sore hari. Pernah dia mendapati sekitar lima orang ibu-ibu berkumpul.

    Ketika dia masuk ke gang lain, tampak 7-8 lelaki dewasa ngobrol dan tertawa bersama. Begitu juga dengan anak-anak yang bermain di luar rumah. Mereka semua berinteraksi tanpa bermasker. "Yang kurang diperhatikan Pemerintah DKI adalah di permukiman padat," kata dia saat dihubungi, Sabtu, 17 Juli 2021.

    Pemerintah DKI telah menetapkan PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021. Selama masa ini, pemerintah DKI memperketat sejumlah pembatasan.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berulang kali mengingatkan warga untuk tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak demi menekan penularan virus Corona. Toh, angka kasus Covid-19 di Ibu Kota menunjukkan tren meningkat sejak akhir Mei 2021 atau pascalibur Lebaran. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.