Jakarta dan Kasus Covid-19 yang Menggila

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengantre vaksinasi COVID-19 dalam program

    Petugas mengantre vaksinasi COVID-19 dalam program "Serbuan Vaksinasi" di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 26 Juni 2021. Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan TNI menggelar vaksinasi massal bagi masyarakat umum yang ber-KTP DKI Jakarta guna mendukung pemerintah pusat merealisasikan 2 juta vaksinasi di bulan Agustus untuk mencapai "herd immunity". TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta- Pulang dari Balai Kota, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih menyempatkan mengunggah video imbauan agar warga Ibu Kota di rumah saja akhir pekan ini.

    Kasus Covid-19 yang kian menggila di Jakarta membuat mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memohon pengertian dan mengajak warga DKI bekerja sama mengurangi jumlah orang yang terpapar virus Corona di Jakarta.

    "Kita tahu Jakarta masih dalam kondisi yang belum baik. Pandemi gelombang kedua ini masih melanda Jakarta," kata Anies dalam perjalanan pulang di kendaraannya, Jumat, 25 Juni 2021.

    Anies patut gundah. Belum ada tanda-tanda bahwa angka kasus harian bakal melandai. Bahkan pada hari ini, kasus Covid-19 di Jakarta mencapai rekor tertingginya dalam satu hari. Dinas Kesehatan DKI mencatat ada 9.271 kasus orang terkonfirmasi positif pada Sabtu, 26 Juni 2021.

    Padahal, sejak 22 Juni 2021 lalu, Jakarta sudah memberlakukan pembatasan skala mikro atau PPKM yang diperketat. Anies bahkan mendetailkan kegiatan mana saja yang boleh dan tak boleh serta dibatasi jam operasionalnya di Ibu Kota.

    Perkantoran yang ikut menyumbang kasus cukup besar juga diminta untuk melaksanakan work from home atau WFH sebesar 75 persen. Masjid  dan tempat ibadah lainnya pun diminta tutup.

    Bersama Polda Metro Jaya, Pemprov DKI melakukan penutupan jalan untuk mencegah kerumunan yang kerap terjadi di lokasi kuliner.

    "Kami ambil contoh saja paling gampang beberapa ruas jalan di daerah Senopati, kemudian di daerah Kemang, banyak restoran dan kafe di sana, kemudian banyak yang nongkrong-nongkrong," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 21 Juni 2021. 

    Penutupan jalan juga dilakukan di daerah seputar Jakarta. Salah satunya adalah jalan akses UI. Jalan ini juga kerap ramai karena banyak lokasi kuliner di sana.

    Meski pengetatan telah dilakukan, laju kasus belum berhenti. Akibatnya pemerintah harus terus meningkatkan kapasitas tempat tidur di rumah sakit untuk pasien Covid-19.

    Anies Baswedan mengatakan kapasitas rumah sakit di Jakarta terus dinaikkan seiring melonjaknya kasus Covid-19. Bahkan, kata dia, kini harus didirikan tenda darurat di depan rumah sakit.

    "Jadi kalau warga datang bisa pakai tenda itu. Kalau saja tidak menaikkan kapasitas rumah sakit, mungkin minggu kemarin sudah kolaps," kata Anies lewat akun Instagramnya, Jumat, 25 Juni 2021.

    Sampai dengan 23 Juni, total tempat tidur yang tersedia di 140 rumah sakit rujukan di Jakarta sebanyak 9.852 tempat tidur isolasi dan sudah terisi 90 persen atau 8.874 pasien.

    Selain itu, dari 1.218 tempat tidur ICU yang tersedia telah terisi 86 persen atau oleh 1.048 pasien. 

    Bukan hanya jumlah pasien Covid-19 yang terus meningkat. DKI juga mencatat kenaikan tingkat kematian di Ibu Kota.

    Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Ivan Murcahyo mengatakan sampai dengan 24 Juni 2021 sudah ada 20.283 pemakaman dengan protokol Covid-19. Angka pemakaman harian dengan protokol Covid-19 tertinggi berada di tanggal 24 Juni dengan 182 pemakaman sehari.

    Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut pengetatan yang disebut PPKM mirko selama ini hanya di atas kertas tidak diimplementasikan di lapangan. "Salah satunya yang menjadi permasalahan adalah implementasi," ujar dia.

    ADAM PRIREZA | LANI DIANA | M JULNIS FIRMANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.