Siasat Perantau, Mudik Lebih Awal Sebelum Dilarang

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • logo tempo

    logo tempo

    Selain untuk merayakan hari raya di kampung halaman, tujuannya pulang kampung juga karena dirinya belum mendapatkan pekerjaan setelah di-PHK akibat dampak pandemi Covid-19, “Iya daripada saya nganggur terlalu lama, mending saya pulang kampung,” kata Dika.

    Manajer Area Barat PT Rosalia Indah Transport, Winarso, melihat pemudik yang berangkat lebih awal ke kampung halamannya sudah mulai terlihat sejak Kamis kemarin. Saat ini, kata dia, jumlah pemudik sudah baik sekitar 10-25 persen per hari. Hal itu bisa dilihat dari keberangkatan armada bus antarkota antarprovinsi yang meningkat dari 40 perjalanan per hari menjadi 45-50 perjalanan per hari.

    "Tapi ini belum puncaknya. Puncaknya kami perkirakan pada tanggal 3-4 Mei mendatang," ujarnya.

    Selama masa pra larangan mudik, Rosalia Indah masih menerapkan 75 persen kapasistas tempat duduk. Sedangkan, selama periode larangan mudik kapasitas akan dikurangi menjadi 50 persen.

    "Pada periode larangan mudik angkutan kami hanya tersedia di Terminal Pulogebang. Karena terminal lainnya di kawasan Jabodetabek akan ditutup," kata Winarso. 

    Peningkatan jumlah pemudik juga sudah terlihat di Terminal Pulogebang. Kepala Satuan Pelaksana Operasi Terminal Pulogebang Afif Muhroj mengatakan jumlah penumpang bus AKAP mulai meningkat sejak Kamis kemarin.

    Ia memperkirakan puncak penumpang mudik lebaran tahun ini bakal terjadi pada akhir pekan ini. "Di Pulogebang puncak mudik bisa lebih cepat, bahkan bisa Sabtu-Minggu besok," kata Afif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.