Rombak Manajemen KCIC untuk Kejar Target Kereta Cepat?

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Te.co Blank

    Logo Te.co Blank

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen baru PT Kereta Cepat Indonesia China langsung tancap gas segera setelah serah terima jabatan dengan jajaran yang lama, Rabu, 24 Maret 2021. Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan anggota dewan direksi dan komisaris perseroan langsung menggelar rapat pasca acara tersebut. "Kami baru rapat BOD dan BOC setelah sertijab," ujar dia kepada Tempo.

    Bersama jajarannya, Dwiyana mengatakan akan langsung bekerja menggarap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Saat ini, proyek yang direncanakan rampung pada 2022 itu baru mencapai 70 persen. Pada 2019, proyek strategis nasional tersebut sempat ditargetkan selesai pada 2021. "Biarkan kami dari KCIC bekerja, konsolidasi dan cek semuanya ya," kata Dwiyana.

    Rapat Umum Pemegang Saham KCIC pada 16 Maret 2021 memutuskan untuk merombak jajaran komisaris dan direksi perseroan. Dwiyana ditunjuk menjadi nakhoda anyar perseroan menggantikan Chandra Dwiputra yang digeser menjadi direktur.

    Selain dua nama tersebut, pemegang saham menunjuk bekas Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono sebagai direktur perseroan. Selain itu dua nama lainnya di kursi direksi diisi oleh perwakilan dari Cina, yaitu Zhang Cao dan Xiao Songxin.

    Pemegang saham juga menambah jumlah komisaris perseroan dari tiga orang menjadi enam orang. Dua nama lama bertahan di jajaran komisaris, antara lain Ju Guojiang yang sejak periode sebelumnya menjadi Komisaris Utama dan Direktur Utama Wijaya Karya, Agung Budi Waskito.

    Di samping itu, ada pula Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha PT KAI Jeffrie N. Korompis, Direktur Prasarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Heru Wisnu Wibowo, tenaga ahli transportasi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Yanuar Muhammad Najih, dan perwakilan dari Cina, Gao Feng.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.