Agar Vaksin Gotong Royong Tak Berujung Komersialisasi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Te.co Blank

    Logo Te.co Blank


    Bila benar-benar berjalan, ia mengatakan vaksin mandiri akan menjangkau 30 juta penerima dengan jumlah vaksin 60 juta dosis. “Kalau dilihat dari 182 juta orang yang divaksin, kita mungkin lihat pekerja formal saja kurang lebih 40 persen dari 130 juta, berarti 60 juta tenaga kerja formal, kami bisa kejar yang 30 juta itu dari target vaksin,” ujar Rosan.

    Menurut Rosan, vaksin mandiri bisa mempercepat pencegahan penyebaran virus corona. Proses vaksinasi nasional pun diperkirakan bisa kelar kurang dari setahun jika vaksin mandiri digelar.

    Berbeda dengan pengusaha, kalangan epidemiolog menilai karpet merah vaksinasi bagi pengusaha tak sejalan dengan komitmen Presiden Joko Widodo alias Jokowi. “Pengusaha hanya melanjutkan konsep vaksin berbayar yang sudah ada. Setelah Presiden menyatakan vaksin tanggung jawab pemerintah, ide, konsep vaksin mandiri itu tak relevan lagi,” ujar epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono.

    Pandu mengatakan semestinya pemerintah tak memberi restu vaksin mandiri alias vaksin gotong royong. Musababnya, selain bertentangan dengan komitmen pemerintah, swasta tidak memiliki kemampuan yang andal dalam melangsungkan program vaksinasi.

    Pandu khawatir pada akhirnya pemerintah akan kerepotan seumpama vaksin gotong royong gagal. “Akhirnya pemerintah juga yang bertanggung jawab,” katanya. Berkaca pada negara-negara yang telah melaksanakan vaksinasi di masa pandemi, ia mengatakan umumnya vaksin merupakan tanggung-jawab pemerintah.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

    Baca juga: Stafsus Erick Thohir Pastikan Vaksin Gotong Royong Tak Ambil Jatah Vaksin Gratis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.