Harapan dan Beban Menteri Baru Pilihan Jokowi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Te.co Blank

    Logo Te.co Blank

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi Menteri Pariwisata membuat Wishnutama Kusubandio menguras pikiran sampai kehilangan berat badan. Sektor pariwisata salah satu industri yang paling boncos akibat pandemi. Lebih dari Rp 100 triliun kerugian dialami industri ini karena minat berwisata turun drastis.

    "Kekurusan nih, turun 7 kg!" kata Sandiaga Salahuddin Uno kepada  Wisnutama usai acara serah terima jabatan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Desember 2020.

    Sandiaga menggantikan Tama menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mulai hari ini. Usai melepas jabatan pembantu Jokowi, Wisnutama ingin beristirahat dari semua pekerjaan dan menikmati waktu bersama keluarga. "Ingin quality time sama keluarga,” kata dia kepada Tempo.

    Sandiaga hanyalah satu dari lima orang lainnya yang dilantik sebagai menteri. Mereka yaitu Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, menggantikan Juliari Batubara yang menjadi tersangka kasus korupsi bantuan sosial. Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan, menggantikan Agus Suparmanto.

    Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, menggantikan Edhy Prabowo yang menjadi tersangka kasus korupsi ekspor benih lobster. Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto. Terakhir Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, menggantikan Fachrul Razi.

    Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi sentimen menteri baru akan berdampak positif untuk pasar. Ia memperkirakan kinerja indeks harga saham gabungan atau IHSG terus menanjak hingga akhir tahun 2020. Sentimen positif terhadap IHSG akan bertahan sampai sebelum Hari Raya Natal. Namun setelah Natal, Ibrahim memprediksi IHSG akan kembali fluktuatif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.