Strategi Gojek dan Grab Hadapi Pandemi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi yang berjalan hampir sembilan bulan masih menggerogoti pendapatan para pengemudi transportasi online baik Gojek maupun Grab. Berdasarkan catatan Gabungan Aksi Roda Dua alias Garda, penghasilan para pengemudi ojek online turun sampai 60-70 persen di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan sekitar 40-50 persen di masa PSBB transisi.

    Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua Igun Wicaksono mengatakan kondisi tersebut terjadi akibat anjloknya permintaan layanan transportasi selama masa PSBB. "Saat PSBB kan kami tidak bisa membawa penumpang," ujar dia kepada Tempo, Kamis, 12 November 2020.

    Setelah PSBB dikendorkan pun, ujar Igun, situasi tidak lantas kembali ke sedia kala. Pasalnya, tidak semua aktivitas kembali normal. Misalnya saja, sekolah dan perkuliahan yang masih dilakukan secara daring. Belum lagi, para karyawan yang memilih naik kendaraan pribadi.

    Akibatnya, kata dia, permintaan layanan ojek online pun hanya naik sekitar 20-30 persen saja. Igun merasakan adanya kenaikan dari permintaan layanan pesan antar makanan maupun belanjaan yang mencapai 50 persen dari situasi normal. Akan tetapi, secara kumulatif penghasilan para driver tetap ambles ketimbang masa normal.

    Untuk mendapat penghasilan lebih, para pengemudi pun, menurut Igun, harus menambah jam kerjanya setiap hari. Apabila biasanya pengemudi bisa mencapai target dengan hanya 'narik' sepuluh jam, kini mereka mesti menambah waktu beredarnya hingga menjadi 12 jam. "Tapi ini tetap enggak menutup penghasilan normal, karena jauh banget."

    Seperti halnya Igun, penasihat komunitas Grab Melipir 3, Adi Sumanta, merasakan pendapatan dari ngojek online turun hampir 40 persen ketimbang situasi normal. Ia mengatakan penerimaan itu tetap turun meskipun permintaan layanan pesan makanan meningkat.

    "Tapi komisi food order lebih kecil dan waktu yang dihabiskan lebih banyak karena perlu mengantre juga dalam memesan orderan," ujar Adi. Belum lagi, ia mengatakan para pengemudi kerap tekor karena mendapat pesanan makanan fiktif. "Jadi pendapatan jelas terasa berbeda walau pesanan makanan lebih banyak."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diego Maradona dan Tangan Tuhan

    Sosok Diego Maradona yang kontroversial tidak dapat dipisahkan dari gol yang disebut-sebut orang sebagai gol Tangan Tuhan.