Wabah Corona, Sukarelawan Dokter dan Tenaga Medis Kian Krusial

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas petugas berpakaian APD di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Aktivitas petugas berpakaian APD di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Angka pasien positif terjangkit virus Corona alias COVID-19 masih terus naik. Total di Indonesia dalam data Sabtu sore, 28 Maret 2020 terdapat 1155 pasien positif dan 100 lebih meninggal.

    Dokter dan perawat menjadi kunci penanganan wabah Corona tersebut. Namun jumlahnya belum seimbang dengan kebutuhan.

    Selain pemerintah pusat, sejumlah pemerintah daerah membuka lebar-lebar sukarelawan dokter dan perawat atau tenaga medis dalam mengerem pandemik COVID-19 ini.

    Misalnya Pemerintah Kota Depok membuka lowongan bagi sukarelawan tenaga medis yang siap diperbantukan dalam penanganan kasus virus Corona di Kota Depok.

    Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, lowongan pekerjaan tersebut untuk formasi pegawai tidak tetap sebagaimana yang tertuang pada surat Pengumuman Direktur RSUD Kota Depok Nomor : 445/557-UPEP tanggal 19 Maret 2020.

    “Ini dalam rangka pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia di RSUD Kota Depok sebagai rumah sakit rujukan untuk kasus ringan dan sedang untuk penanganan kasus COVID-19,” kata Dadang dalam keterangan resmi yang diterima Tempo, Jumat 27 Maret 2020.

    Dadang mengatakan, untuk formasi yang dibutuhkan yakni tenaga kesehatan sebanyak 39 orang sementara tenaga non kesehatan sebanyak 16 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.