Bansos, Langkah Jokowi Selamatkan Wong Cilik dari Dampak Corona

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keterangan pers terkait penangangan virus Corona di Istana Bogor, Jawa Barat, Ahad, 15 Maret 2020. Jokowi meminta agar masyarakat Indonesia untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah guna mencegah penularan virus Corona. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keterangan pers terkait penangangan virus Corona di Istana Bogor, Jawa Barat, Ahad, 15 Maret 2020. Jokowi meminta agar masyarakat Indonesia untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah guna mencegah penularan virus Corona. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Adapun debitur yang akan menerima kelonggaran ialah pelaku usaha atau pihak yang terdampak penutupan jalur transportasi dan pariwisata sebagai imbas pandemi corona. Selanjutnya, ditujukan pula bagi pelaku usaha yang mengalami penurunan volume ekspor-impor secara tajam akibat rantai pasok tersendat.

    Keringanan kredit juga akan diberikan kepada pihak yang terkena imbas dari terhambatnya proyek-proyek pembangunan. Pun, kelonggaran akan diberlakukan kepada pihak-pihak yang terdampak penyetopan produksi perusahaan karena kekurangan bahan baku, mesin, hingga tenaga kerja.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengatakan pemerintah bakal menyiapkan dana senilai Rp 62,3 triliun untuk penanganan Covid-19. Dana itu bersumber dari realokasi pelbagai pos anggaran, seperti biaya perjalanan dinas, belanja non-operasional, sejumlah honor, dana cadangan, dan dana-dana yang terblokir dalam APBN 2020.

    Nantinya, dana ini akan dipakai untuk berbagai kepentingan dalam penanganan Covid-19, termasuk pemberian bantuan langsung hingga stimulus. Angka anggaran tersebut jauh lebih besar dari yang ia sampaikan pada kesempatan sebelumnya, yang cuma sebesar Rp 27 triliun.

    Sri Mulyani menerangkan, relokasi anggaran ini dapat diproses cepat lantaran tinggal mengubah Daftar Isian Pelaksana Anggaran atau DIPA dari pelbagai pos. Tak hanya dari APBN, sumber anggaran penanganan Covid-19 juga berasal dari dana APBD.

    Di kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, besaran anggaran yang disampaikan Sri Mulyani sejatinya belum final. Sebab, angka itu masih sangat dinamis. "Jumlahnya dinamis, sangat tergantung dengan waktu dan kegiatan. Jadi untuk angkanya masih sangat fleksibel," ujar Askolani saat dihubungi Tempo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.