Wabah Virus Corona Memicu Krisis Ekonomi Global

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cemas Virus Corona, Saham AS Rontok Terburuk dalam Beberapa Dasawarsa

    Cemas Virus Corona, Saham AS Rontok Terburuk dalam Beberapa Dasawarsa

    ::: Ini penjelasan Piter Abdullah, ekonom dari Center of Reform on Economics Indonesia, mengenai kondisi ekonomi global saat ini dalam lewat tanya jawab via Whats App pada Jumat, 20 Maret 2020.

    Tanya: Apakah ekonomi global sedang menuju resesi dengan anjloknya harga minyak dan penuruhan indeks pasar saham global?

    Piter: Ekonomi global sedang mengalami perlambatan yang drastis disebabkan Perang Dagang, pandemi virus Corona, dan perang harga minyak. Kepanikan pasar keuangan direfleksikan oleh jatuhnya indeks saham dan nilai tukar

    Tanya: Apa yang menjadi indikator utama jika ekonomi dunia saat ini mengalami resesi?

    Piter: Indikator perlambatan atau bahkan resesi global adalah pertumbuhan ekonomi yg diperkirakan turun drastis di hampir semua negara.

    Tanya: Bank sentral Amerika - The Fed, Bank sentral Eropa – ECB dan Bank sentral Cina – PBOC telah mengumumkan paket stimulus ekonomi untuk mencegah terjadinya resesi ekonomi di negara dan wilayah masing-masing. Mengapa pasar saham masih terus anjlok?

    Piter: Di tengah kepanikan investor akibat ketidakpastian pandemi virus Corona, stimulus tidak akan efektif meredam.

    Tanya: Bagaimana kondisi di dalam negeri: mengapa rupiah dan pasar saham IHSG di BEI masih terus melemah meskipun ada paket stimulus dari bank sentral besar tadi?

    Piter: Sama dengan global. Stimulus pemerintah dan BI tidak bisa meredam kepanikan akibat wabah Corona. Selama masih Ada ketidakpastian akibat wabah virus Corona maka pasar keuangan akan terus melemah

    Tanya: Pemerintah juga sudah mengumumkan paket stimulus kebijakan, mengapa dampaknya sepertinya masih kurang untuk pasar saham? Bagaimana dengan kondisi pasokan kebutuhan pokok dan harganya, yg sangat dibutuhkan masyarakat saat ini?

    Piter: Untuk pasar saham lihat jawaban diatas. Kebutuhan Bahan pokok masih mencukupi. Saat ini krisis di pasar keuangan utama disebabkan sentimen negatif investor. Bukan Karena fundamental

    Tanya: Gubernur BI mengatakan masih terus terjadi capital outflow atau arus modal ke luar Indonesia, mengapa investor asing masih terus keluar menurut Anda?

    Piter: Capital outflow diakibatkan kepanikan investor global yang dipicu sentimen negatif ketidak-pastian penyelesaian pandemic corona

    Tanya: Sejumlah analis pasar modal mengatakan indeks IHSG mengalami kejatuhan karena investor asing keluar begitu mengetahui jumlah pasien terinfeksi virus Corona terus bertambah cepat pada pekan lalu. Anda setuju?

    Piter: Penyebab jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia bukan hanya karena wabah virus Corona di dalam negeri. Tapi utamanya karena ketidak-pastian di pasar global.

    Tanya: Bank Indonesia belum mengumumkan paket Quantitative Easing seperti The Fed, dan ECB. Apa yang harus dilakukan BI selain menurunkan tingkat suku bunga, yg dampaknya ternyata kurang terasa di pasar modal?

    Piter: Penyebab kepanikan di pasar keuangan adalah ketidakpastian penyelesaian pandemi virus Corona di tingkat global. Selama itu belum ada kepastian tidak banyak yang bisa dilakukan oleh BI. Hanya bisa menahan agar pergerakan rupiah tidak liar dengan melakukan intervensi secara terukur.

    Tanya: Apakah wabah virus Corona ini berdampak signifikan bagi kegiatan ekspor dan impor Indonesia?

    Piter: Sudah terlihat dampaknya yaitu impor jatuh sementara ekspor tertahan oleh kenaikan harga. Virus Corona menyebabkan permintaan global dan harga komoditas jatuh. Ekspor akan melemah. Sementara impor akan kembali meningkat karena ketergantungan Kita akan bahan baku dan pangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.