Kesiapan Wisma Atlet Kemayoran Menjadi Rumah Sakit Darurat Corona

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyiapkan alat-alat medis di salah satu ruangan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas menyiapkan alat-alat medis di salah satu ruangan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Ahad, 22 Maret 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Rincian penggunaan tiap-tiap tower meliputi, tower 6 secara keseluruhan dari lantai 1 hingga 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas yang tersedia adalah 650 unit dan dapat menampung 1.750 orang. Satu kamar diperkirakan dapat menampung dua hingga tiga orang pasien.

    Kemudian tower 7 akan dibagi menjadi beberapa fungsi. Pada lantai 1 akan digunakan sebagai IGD, lantai 2 untuk ICU, lantai 3 untuk ruang refreshing. Sedangkan lantai 4 - 24 akan digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas di tower 7 adalah 886 unit dengan kapasitas ruang rawat maksimum adalah 2.458 pasien.

    Untuk dokter dan petugas medis akan menggunakan tower 1 lantai 1 sampai 24 dengan kapasitas 650 unit dan dapat menampung maksimum 1.750 orang. Sedangkan tower 3 lantai 1-24 direncanakan untuk Posko Gugus Tugas Penanganan COVID-19. Jumlah unit yang tersedia sebanyak 650 unit dan dapat menampung maksimal 1.750 orang.

    Semua protokol pelayanan kesehatan dalam hal ini diatur oleh Kementerian Kesehatan dengan operasionalnya dibantu oleh TNI, Kepolisian, dan relawan di bawah komando Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Untuk  bantuan alat-alat kesehatan akan dikoordinir oleh Kementerian BUMN.

    Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia Adib Khumaidi mengatakan bahwa organisasinya sejak semula memang mengusulkan agar Wisma Altet Kemayoran dijadikan RS Darurat Covid-19. "Saat outbreak (wabah) mulai meningkat, kasus mulai meningkat, sekarang sudah terjadi overload di RS rujukan maka harus ada satu tempat yang dispesifikan khusus menangani itu. Jadi Wisma Atlet adalah sebuah jawaban," kata Adib saat dihubungi Tempo.

    Menurut Adib, yang harus ditindaklanjuti pemerintah saat ini adalah mengatur flow pasien rujukan. Ia memperkirakan RS Darurat Covid-19 nantinya akan menjadi rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19 dari wilayah sekitar Jakarta, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

    Pemerintah, kata dia, harus mengatur alur rujukan agar tidak semua orang bisa ke RS Darurat Covid-19. Tetapi hanya yang memenuhi kriteria yang bisa dirawat di sana, yaitu berstatus ODP dan PDP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.