Tenaga Medis Mulai Kekurangan APD untuk Tangani Pasien Corona

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) di dalam Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020. RSUP Persahabatan menerima total 31 pasien dalam pemantauan dan pengawasan virus Corona usai dua warga Indonesia positif tertular COVID-19. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD) di dalam Gedung Pinere, RSUP Persahabatan, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020. RSUP Persahabatan menerima total 31 pasien dalam pemantauan dan pengawasan virus Corona usai dua warga Indonesia positif tertular COVID-19. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Meski begitu, sejauh ini baru diketahui bahwa alkes itu baru akan digunakan Tim Medis Kementerian Pertahanan dan TNI guna pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus Corona di Indonesia. Tim medis TNI, memang rencananya akan mengambil alih perawatan di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin mendatang.

    Setitik harapan baru muncul saat Juru Bicara Pemerintah untuk penanggulangan Virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan 12 juta masker bedah dan 81 masker N95, telah disiapkan pemerintah. Mulai hari ini, institusi kesehatan di daerah, menurut Yurianto, bisa meminta tambahan stok lanngsung kepada pemerintah.

    "Nanti silakan end-user, rumah sakit, klinik, yang membutuhkan ini mengajukan lewat Dinas Kesehatan Provinsi," kata Yurianto.

    Namun harapan Daeng dan tenaga kesehatan lain tetap tinggi pada pemerintah. Meski di tengah pandemi, ia mengatakan dokter dan perawat siap tetap bekerja selama pelindung diri disediakan pemerintah. "Kami sangat mendesak untuk segera dipenuhi," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.