Jurus Anies Baswedan Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membersihkan salah satu bagian kereta di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020. Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, PT MRT Jakarta melakukan pencucian kereta menggunakan bahan kimia mengandung disinfektan. ANTARA

    Petugas membersihkan salah satu bagian kereta di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020. Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, PT MRT Jakarta melakukan pencucian kereta menggunakan bahan kimia mengandung disinfektan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Rasa cemas menyerang Wiwik Widyasari saat melihat gambar viral tentang penularan virus Corona atau Covid-19. Dari layar ponsel, perempuan berusia 27 tahun ini melihat sosok Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang sedang memaparkan potensi penularan virus Corona di sektor transportasi publik.

    Dengan jelas, dalam gambar tersebut tertulis kereta rel listrik rute Bogor - Depok - Jakarta Kota berisiko besar terjadi penularan Corona. "Gimana gak khawatir. Kan kita gak tahu satu per satu riwayat kesehatan setiap penumpang," kata Wiwik yang setiap hari mengandalkan KRL untuk berangkat kerja dari Stasiun Bekasi menuju Gondangdia, Kamis, 12 Maret 2020.

    Meski rute yang dilalui Wiwik, yakni Cikarang/Bekasi - Jakarta Kota masuk kategori aman, tapi teror Covid-19 masih menghantuinya. Sebab, tiap hari ada ratusan ribu orang menggunakan transportasi publik untuk menunjang aktivitas. "Penyebaran virus gak kelihatan di tengah kepadatan itu," tuturnya.

    Sejak virus Corona masuk ke Indonesia, ia menilai, kekhawatiran penularan virus di dalam kereta sudah semakin terasa. Menurut Wiwik, saat ini kepadatan penumpang kereta tidak seperti biasanya. "Mungkin ada yang beralih sementara ke kendaraan pribadi," ujarnya. "Tapi kalau saya tidak bisa karena kereta jadi satu-satunya transportasi yang saya gunakan sehari-hari."

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan peresmian pembentukan Tim Tanggap Covid 19 di Balai Kota DKI, 2 Maret 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tak membantah ihwal foto yang menjadi viral tersebut. Ia mengatakan informasi terkait risiko penularan virus Corona di KRL rute Bogor - Depok - Jakarta Kota merupakan data internal.

    Data tersebut, sebut dia, digunakan untuk menyusun langkah mitigasi potensi risiko penularan virus Corona. "Itu untuk kebutuhan internal supaya kami bisa melakukan langkah-langkah mitigasi," ujar Anies.

    Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini menjelaskan data tersebut diperoleh dari sebaran orang dalam pemantauan hingga pengawasan penularan virus Corona. Menurut dia, mitigasi tersebut bukan hanya di sektor transportasi saja, tapi juga di sektor yang lain. Ia menegaskan data tersebut bukan berarti ada kasus penularan virus corona di KRL.

    "Jadi yang disampaikan bahwa saat ini ada kasus, bukan. Tapi saat ini kami punya potensi risiko-risiko, salah satunya adalah transportasi, tapi juga aspek-aspek yang lain," ujar Anies Baswedan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.