Langkah Sporadis Menghadapi Virus Corona di Indonesia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Tanggap Covid-19 Pemprov DKI Jakarta memeberikan sosialisasi cara mencuci tangan menggunakan antiseptik saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Minggu, 8 Maret 2020. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan higienis untuk antisipasi potensi penyebaran COVID-19 atau Corona Virus. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Tim Tanggap Covid-19 Pemprov DKI Jakarta memeberikan sosialisasi cara mencuci tangan menggunakan antiseptik saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Minggu, 8 Maret 2020. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan higienis untuk antisipasi potensi penyebaran COVID-19 atau Corona Virus. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah pusat telah mengkonfirmasi empat  kasus virus Corona atau COVID-19 telah masuk ke Indonesia. Empat kasus itu merupakan bagian dari kluster Jakarta atau kelompok orang yang terlibat dalam kasus 1 dan 2 yang tertular di Menteng, Jakarta Pusat.

    Juru bicara pemerintah Indonesia untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan penelusuran jejak orang-orang yang diduga terpapar, menjadi langkah utama pemerintah saat ini. "Keberhasilan pengendalian penyakit ini adalah bagaimana memutus rantai penularan dengan cara melakukan isolasi terhadap kasus yang positif. Ini penting," kata Yuri dalam konferensi pers di Kantor Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Ahad, 8 Maret 2020.

    Pemeriksaan positif dan negatif ini bukan untuk melakukan protokol pengobatan bagi penderita, namun untuk tindak lanjut mengendalikan penyebaran dari penyakit ini. Yuri mengatakan obat yang definitif untuk COVID-19 belum ada.

    Selama ini, pasien yang sembuh dari Corona disebabkan daya tahan tubuhnya imunitasnya ditingkatkan. Inilah acuan pemerintah. "Pasien yang ada di rumah sakit yang dipantau, baik yang terkonfirmasi positif maupun yang masih suspect, daya tahan tubuhnya yang harus diperhatikan."

    Dua kasus terakhir yang dipastikan positif, didapatkan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama BIN dan Polri kemudian ditelusuri kontaknya dari kasus 1 dan 2 Corona.
    Tim menemukan 80 orang yang melakukan kontak dengan kasus 1 di lantai dansa. Sebanyak 80 orang ini gabungan dari tamu, pegawai, hingga tukang parkir di tempat dansa yang memungkinkan terjadi kontak dengan pasien positif COVID-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.