Menakar Jurus Anies Baswedan dalam Pengendalian Banjir Jakarta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Rumah Susun Rawa Buaya, Jakarta Barat, 3 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Rumah Susun Rawa Buaya, Jakarta Barat, 3 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah menyatakan sebagai ibu kota satu demi satu rencana telah dilaksanakan. Jakarta akan terus  menjadi pusat perekonomian yang mampu memfasilitasi pertumbuhan di seluruh Indonesia.

    Penegasan itu disampaikan Anies Baswedan tepat pukul 22.00 WIB, Selasa, 31 Desember 2019, saat menyapa masyarakat Indonesia Timur melalui tayangan langsung stasiun televisi swasta yang merayakan pergantian tahun dari Pantai Karnaval Jaya Ancol.

    Tahun 2020 sebagai masa depan yang disambut dengan optimisme. Namun optimisme yang digelorakan Anies ambyar saat seluruh wilayah Jakarta dikepung banjir beberapa jam setelah dia menyatakan hal itu.

    Posko banjir Jakarta hingga Kamis, 2 Januari 2020 mencatat sebanyak 31.232 orang warga mengungsi di seluruh wilayah Jakarta.

    Sebenarnya banjir di Jakarta  bukan hal baru terjadi. Tahun-tahun sebelumnya ibu kota juga pernah diterjang banjir yang lebih parah dibanding awal tahun 2020.

    Persoalan banjir jakarta sudah diamanatkan dalam Rencana Pemerintah Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.