Libur Akhir Tahun dan Euforia Menyambut Tol Layang Terpanjang

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melintasi Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek II yang mulai beroperasional di Bekasi, Ahad, 15 Desember 2019. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah kendaraan melintasi Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek II yang mulai beroperasional di Bekasi, Ahad, 15 Desember 2019. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Libur akhir tahun dan bayangan untuk dapat segera bertemu sanak keluarga saat mudik Natal dan Tahun Baru sudah di depan mata. Ditambah kabar telah siapnya tol layang Jakarta-Cikampek yang dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan Jakarta-Semarang, membuat semangat Tama (41) untuk segera berangkat mudik dengan mobil pribadi membuncah. Karena Jumat ia masih bekerja, maka ia memutuskan untuk berangkat Sabtu, 21 Desember 2019 pagi hari, atau empat hari sebelum Natal.

    Namun, bayangan indah itu pupus seketika. Alih-alih dapat segera sampai ke kampung halaman seperti yang ia bayangkan, warga Bintaro ini justru terjebak kemacetan parah di tol layang yang digadang-gadang sebagai solusi kemacetan di Cikampek ini. Tak tanggung-tanggung, dua jam lebih laju mobilnya terhenti di atas jalan tol layang ini. Tak bergerak sama sekali. Ia makin panik karena tak ada rest areamaupun SPBU di sepanjang tol yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada tanggal cantik 12-12-2019 ini.

    Kondisi lalu lintas di tol Jakarta - Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 23 Desember 2019. Memasuki H-2 Natal 2019, arus kendaraan terpantau mengalami antrean panjang di Tol Jakarta-Cikampek menuju ke arah Cikampek. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Untung saja, kemacetan parah ini segera disikapi pengelola jalan tol, PT Jasa Marga Persero dengan memberlakukan sistem satu arah (one way) ke arah timur (Cikampek) atas diskresi dari Korlantas. Tak cukup, pintu tol layang pun akhirnya ditutup karena tak mampu lagi menampung volume kendaraan yang membeludak. Kombinasi sistem satu arah dan penutupan akses tol ini akhirnya dapat mengurai kemacetan dan arus lalu-lintas berangsur-angsur kembali lancar.

    Kemacetan parah di awal masa libur Natal dan Tahun Baru ini sontak memantik kritikan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Bahkan, Ketua Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi menilai tol layang Jakarta - Cikampek atau Tol Japek II itu tidak bisa mengatasi macet saat long weekend. "Prediksi saya bahwa tol layang Cikampek tidak akan mampu mengatasi kemacetan saat long weekend terbukti," kata Tulus dalam keterangan tertulis, Ahad, 22 Desember 2019.

    Hal itu, kata dia, terbukti tadi malam tol layang Cikampek macet total selama dua jam. Lalu lintas pun akhirnya ditutup sementara. Dengan kejadian seperti ini, menurutnya, fungsi utama tol layang Japek  untuk mengatasi kemacetan saat libur panjang menjadi sia sia.

    "Ini artinya saat tol layang Cikampek dibangun tanpa mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk jika ada kendaraan mogok di tol layang. Ini bisa jadi petugas tol tidak sigap mengatasi masalah saat terjadi kendaraan mogok, dan volume kendaraan sedang tinggi tingginya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.