Ahok dan Setumpuk Pekerjaan Rumah Komisaris Utama Pertamina

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri ESDM Arifin Tasrif (tengah) bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (kiri) dan Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama (kanan) memukul drum saat membuka Pertamina Energy Forum 2019 di Jakarta, Selasa, 26 November 2019. PEF 2019 merupakan bagian dari kegiatan hari ulang tahun ke-62 Pertamina pada Desember mendatang. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz

    Menteri ESDM Arifin Tasrif (tengah) bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (kiri) dan Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama (kanan) memukul drum saat membuka Pertamina Energy Forum 2019 di Jakarta, Selasa, 26 November 2019. PEF 2019 merupakan bagian dari kegiatan hari ulang tahun ke-62 Pertamina pada Desember mendatang. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz

    Dengan rekonsiliasi tersebut, Toto berharap Ahok sebagai komisaris utama bisa melaksanakan tugasnya secara efektif dan tidak terganggu oleh aneka penolakan. "Komisaris utama harus mampu memberikan gagasan visioner dan inspiratif, serta semangat bagi seluruh elemen di perusahaan, bahwa Pertamina akan menuju proses pengelolaan yang lebih baik alias good corporate governance," tuturny kepada Tempo, Rabu 27 November 2019. Tentu saja, di samping persoalan teknis dan target-target yang mesti dicapai perusahaan.

    Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus menambahkan, sebagai komisaris utama, Ahok harus bisa bekerja sama dengan direksi dan saling mendukung. Sebab, pengalaman pada periode sebelumnya Heri melihat komisaris dan direksi di BUMN kerap kurang kompak. Padahal kesolidan mereka cukup penting untuk melakukan terobosan-terobosan.

    "Dalam jangka pendek, secara internal harus diperbaiki, karena kita tahu beberapa waktu lalu ada pergantian direksi yang cepat di internal, ini menandakan ada apa-apa, ini harus dibereskan dengan cepat," ujar Ahmad.

    Tak jauh berbeda, pengamat ekonomi energi dari Universitas Gajah Mada Fahmy Radhi menilai komisaris tidak dapat mengeksekusi perbaikan yang harus dilakukan, kecuali melalui direksi. Faktor Ahok diharapkan dapat melecut direksi untuk menjalankan perbaikan di Pertamina. "Termasuk menggayang Mafia Migas beserta sekutu internal," tutur Fahmy.

    Ia menuturkan, prioritas utama Ahok adalah untuk melecut Direksi Pertamina menurunkan defisit neraca migas, yaitu dengan memacu ekspor dan mengurangi impor. 

    Begitu besar harapan yang disandangkan kepadanya, Ahok malah irit bicara. Diberondong pertanyaan awak media soal target kerja yang bakal digeber selama seratus hari ke depan, Ahok hanya menyatakan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah mendukung. "Terima kasih atas perhatian dan dukungannya," tutur Ahok. Ia juga menyatakan belum bisa berkomentar apapun sebelum mulai bekerja. Semoga, asa publik tak dibuatnya pupus.

    CAESAR AKBAR | EKO WAHYUDI | FRANCISCA CHRISTY | FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.