Jurus Staf Khusus Milenial Menangkis Tudingan Pajangan Jokowi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) memperkenalkan tujuh staf khusus yang baru dari kalangan milenial di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Ketujuh stafsus milenial tersebut mendapat tugas untuk memberi gagasan serta mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

    Presiden Jokowi (kiri) memperkenalkan tujuh staf khusus yang baru dari kalangan milenial di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 21 November 2019. Ketujuh stafsus milenial tersebut mendapat tugas untuk memberi gagasan serta mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

    Menurut Billy, saat Jokowi menawarkan jabatan staf khusus, ia dan rekannya diberi waktu sepekan untuk memutuskan apakah akan menyetujuinya atau tidak. "Kami bukan kosmetik dan kelompok manusia bodoh yang haus jabatan. Kami menerima tawaran ini hanya karena kecintaan kami ke Indonesia. Bukan karena kekuasaan dan uang."

    Staf  khusus milenial lainnya, Angkie Yudistia juga menampik jika dianggap sekadar pajangan. Dalam perjalanannya untuk menunaikan umrah, Angkie mengunggah foto tulisannya untuk menjawab tudingan itu. "Kalau tanggapan bahwa staf khusus ini akan menjadi pemanis saja nantinya saya rasa, sih, tidak, ya." CEO Thisable Enterprise itu menulis dalam akun Instagramnya, Senin, 25 November 2019.

    Angkie menjelaskan tujuh staf khusus ini tidak akan menunggu panggilan Jokowi jika memiliki ide atau gagasan baru dalam membantu pemerintahan. "Kami sangat terbiasa untuk terinisiatif. Tanpa diingatkan oleh Bapak Presiden, sepertinya kami yang akan datang ke Bapak Presiden dengan program-program yang menunggu di-approve. Sehingga kami pun dengan sangat senang hati untuk mengeksekusinya."

    Selain Billy dan Angkie, Jokowi menunjuk CEO and Founder Creativepreneur, Putri Indahsari Tanjung; pendiri Ruang Guru, Adamas Belva Syah Devara; pendiri Amartha, Andi Taufan Garuda Putra; perumus gerakan Sabang Merauke, Ayu Kartika Dewi; dan mantan Ketua Umum PMII, Aminuddin Ma'ruf.

    Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengatakan langkah Jokowi menunjuk staf khusus milenial sebagai alternatif untuk menuntaskan janji kampanyenya yang akan menempatkan anak-anak muda di kursi menteri. Seperti diketahui dari seluruh menteri dan wakil menteri yang telah Jokowi lantik, yang berusia di bawah 40 tahun hanya Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, 35 tahun, dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Herliani Tanoesoedibjo, 32 tahun.

    "Karena menteri muda, kan, tidak terpenuhi dari milenial maka komprominya milenial diambil untuk staf khusus." Menurut Pangi, animo kepercayaan publik tinggi terhadap Jokowi dan tujuh staf milenialnya itu. Jika ketujuh anak muda itu sanggup menjawab keraguan publik maka masyarakat semakin mengakui mereka. Dukungan kepada Jokowi dari generasi muda pun semakin kuat.

    Pangi mewanti-wanti agar Jokowi bersama staf khusus milenialnya ini benar-benar melakukan kerja nyata agar tidak merusak kepercayaan publik yang tinggi itu. Jika keberadaan anak muda ini hanya formalitas, hanya menambah beban negara, maka kepercayaan masyarakat akan terkikis. Publik akan menganggap tua dan muda sama saja, tidak ada narasi atau terobosan yang nyata. “Mereka sudah teruji. Tapi, kan di pemerintahan belum."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.