Segudang Pekerjaan Besar untuk Komisaris Pertamina

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok tiba di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Ahok menghadiri acara pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok tiba di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Ahok menghadiri acara pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan akan mendorong percepatan proyek kilang. Dia tengah mengevaluasi keenam proyek itu. "Kita bisa lakukan percepatan dua tahunan semua proyek itu," katanya.

    Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Talullembang mengatakan pihaknya terus mengupayakan beragam cara untuk mempercepat pembangunan kilang. "Sekarang progres pembangunan enam kilang itu terus bergerak maju," katanya.

    Dia mencontohkan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balongan yang diproyeksi bisa selesai satu tahun lebih cepat dari target. Pertamina menghemat waktu dengan mempercepat lelang. Penawaran Front-End Engineering Design (FEED) terbaik secara otomatis berhak mengikuti proses Engineering, Procurement and Construction (EPC).

    Di proyek RDMP Balikpapan pun upaya percepatan telah dilakukan. Ignatius menyebut proyek ini berjalan lebih cepat dari target. Pada awal November lalu, kemajuan pembangunan konstruksi yang dimulai sejak Februari 2019 ini mencapai 9 persen dari target 6 persen. Dia optimistis kilang bisa selesai pada Juni 2023 dan beroperasi penuh setahun kemudian.

    Sementara untuk penugasan BBM satu harga, Pertamina telah selesai membangun 161 dari target 160 lembaga penyalur BBM satu harga pada awal Oktober lalu. Lembaga itu tersebar di seluruh wilayah terdepan, terluar, dan terpencil Indonesia dengan rincian di Papua sebanyak 33 titik, Maluku 17 titik, Nusa Tenggara 25 titik, Sulawesi 18 titik, Kalimantan 35 titik, Sumatera 28 titik, serta Jawa-Bali 5 titik.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menyatakan harga BBM di pengecer di wilayah tersebut turun dari kisaran Rp 7-100 ribu per liter. Harga  untuk premium sebesar Rp 6.450 sementara solar Rp 5.150 per liter.

    Penugasan BBM satu harga ini sempat menjadi polemik. Pasalnya, kebijakan tersebut semakin menambah beban perseroan. Direktur Utama Pertamina saat itu, Dwi Soetjipto, menyatakan proyek ini bisa membuat perusahaan rugi Rp 800 miliar. Pemerintah rencananya akan menambah titk penyaluran BBM satu harga menjadi 330 titik selama periode 2020-2034.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.