Subsidi Transportasi DKI Bengkak ke Rp 6,94 Triliun, Ini Detilnya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bus Transjakarta. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ilustrasi bus Transjakarta. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah DKI Jakarta mengusulkan anggaran subsidi transportasi sebesar Rp 6,94 triliun untuk tahun depan. Anggaran public service obligation (PSO) itu naik dibanding alokasi subsidi pada tahun ini yang hanya sebesar Rp 3,7 triliun.

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan kenaikan subsidi transportasi tersebut merupakan upaya pemerintah mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum (transportation demand management). Subsidi itu nanti digunakan untuk meningkatkan pelayanan di bidang transportasi publik.

    Tahun depan, kata Syafrin, jumlah armada yang tergabung dalam program Jak Lingko mencapai 10.047 unit. Jak Lingko adalah sistem integrasi transportasi publik di bawah pengelolaan PT dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

    Hingga Agustus 2019, jumlah armada yang tergabung dengan Jak Lingko baru mencapai 3.369 unit. “Jadi tahun depan kenaikannya beberapa kali lipat dibanding saat ini,” katanya, Rabu lalu.

    Syafrin menjelaskan penambahan bus besar, bus sedang, dan bus kecil dalam program Jak Lingko menjadi amanat dari Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara. Instruksi gubernur itu memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan DKI untuk mempercepat peremajaan bus-bus tersebut.

    Dengan peremajaan dan penambahan bus itu, kata Syafrin, diharapkan jumlah penumpang harian Transjakarta juga meningkat. “Penambahan kapasitas penumpang itu salah satu variabel penentunya ialah jumlah bus,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.