Pemindahan Ibu Kota dan Peremajaan Kota Jakarta Rp 571 Triliun

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengikuti uji coba publik pengoperasian MRT (Mass Rapid Transit) fase I koridor Lebak Bulus - Bundaran HI di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019. MRT Jakarta resmi melakukan uji coba terhadap publik dari 12 hingga 24 Maret 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    Warga mengikuti uji coba publik pengoperasian MRT (Mass Rapid Transit) fase I koridor Lebak Bulus - Bundaran HI di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019. MRT Jakarta resmi melakukan uji coba terhadap publik dari 12 hingga 24 Maret 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Jakarta akan melakukan program peremajaan kota setelah pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Program peremajaan kota yang dinamai Urban Regeneration Jakarta akan dilaksanakan dalam tiga tahap hingga 2030.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tahapan peremajaan kembali Kota Jakarta itu diputuskan dalam rapat di Sekretariat Wakil Presiden beberapa waktu lalu.

    “Fase pendek 2019–2022, lalu fase menengah 2022–2025. Yang panjang 2025–2030,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis 29 Agustus 2019.

    Menurut Anies, rapat di kantor Sekretariat Wakil Presiden itu dihadiri perwakilan Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

    Anies menerangkan program Urban Regeneration Jakarta meliputi sektor transportasi umum, pelayanan air bersih, pengelolaan limbah, penanganan banjir, dan pembangunan rumah murah. Nilai total anggaran proyek ini senilai Rp 571 triliun, dengan pendanaan selama 10 tahun anggaran.

    Di bidang transportasi, menurut Anies, program Urban Regeneration meneruskan pembenahan pembangunan sistem transportasi massal terintegrasi di Jakarta, yang meliputi jaringan mass rapid transit (MRT), light rail transit (LRT), dan bus Transjakarta.

    Pembiayaan program Urban Regeneration berasal dari sejumlah sumber, yakni APBD DKI Jakarta sebesar 32 persen; APBN 38 persen; obligasi atau pinjaman daerah 18 persen; dan pendanaan swasta 12 persen. “Bagi investor, Jakarta jelas menarik karena return-nya jelas,” kata Anies.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan mendukung pemerintah Jakarta dalam menerbitkan surat utang atau obligasi untuk pembiayaan sejumlah proyek dengan anggaran besar.

    Sri Mulyani menilai Jakarta memenuhi syarat untuk menerbitkan obligasi karena memiliki APBD yang sehat. Selain itu, Jakarta juga merancang sejumlah proyek besar yang diprediksi bakal mendatangkan pemasukan keuangan bagi daerah di kemudian hari. “Kami sudah komunikasi dan mendukung,” kata dia.

    Pembangunan sektor transportasi publik di Jakarta bakal memakan biaya paling besar. Untuk pengembangan jalur kereta MRT dari 16 kilometer menjadi 223 kilometer pada 2030, misalnya, biaya yang diperlukan sekitar Rp 214 triliun.

    Direktur Utama PT MRT Jakarta Wiliam Sabandar mengatakan alokasi anggaran dalam program Urban Regeneration itu baru didasari gambaran besar rencana pengembangan MRT Jakarta. Jumlah akhirnya masih bisa berubah.

    Saat ini, pengembangan jaringan MRT Jakarta sudah memasuki fase kedua, yaitu memperpanjang jaringan MRT rute Lebak Bulus–Bundaran Hotel Indonesia (fase I) hingga ke depo MRT di kawasan Kota.

    Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono menyambut baik program Urban Regeneration Jakarta. Menurut dia, program itu akan mempercepat perluasan cakupan layanan bus Transjakarta ke seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya. “Kami telah meluas seputar Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Depok,” kata dia. Agung menambahkan, PT Transjakarta telah mengajukan permohonan kebutuhan dana sebesar Rp 10 triliun.

    Pengamat tata kota Nirwono Joga menilai anggaran Rp 571 triliun untuk program peremajaan kota dan Rp 466 triliun untuk pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur tidak efisien. “Kalau Jakarta sudah lebih baik (pada 2030), buat apa lagi ibu kota dipindahkan?” kata dia.

    Menurut Nirwono, pengembangan daerah di luar Jawa dapat ditempuh tanpa memindahkan ibu kota. Pemerintah hanya perlu lebih serius membangun pusat perekonomian di beberapa daerah, termasuk di Kalimantan Timur. “Pemindahan ibu kota itu harus melalui pemikiran panjang dan hati-hati,” ujar dia.

    Program Urban Regeneration Jakarta

    Pengembangan Transportasi Publik:
    - Pembangunan jalur kereta MRT dari 16 kilometer menjadi 223 kilometer: Rp 214 triliun
    - Pembangunan jalur kereta ringan LRT dari 5,8 kilometer menjadi 16 kilometer: Rp 60 triliun
    - Perluasan jaringan Transjakarta menjadi 2.149 kilometer: Rp 10 triliun
    - Peningkatan rel kereta dalam kota sepanjang 27 kilometer: Rp 27 triliun
    - Peremajaan 20 ribu unit angkutan umum: Rp 4 triliun.

    Pelayanan Air Bersih
    - Pembangunan saluran air bersih untuk 100 persen warga Jakarta: Rp 27 triliun
    - Pengelolaan air limbah: Rp 69 triliun.

    Penanggulangan Banjir
    Penanganan banjir di Jakarta: Rp 70 triliun

    Perumahan Rakyat
    - Pembangunan 600 ribu unit rumah murah: Rp 90 triliun

    TAUFIQ SIDDIQ l ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.