Jungkir Balik Pencari Suaka di Kalideres Pasca DKI Stop Bantuan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana eks gedung Kodim Jayakrama di Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat, tempat penampungan para pencari suaka pada Ahad, 21 Juli 2019. Tempo/Adam Prireza

    Suasana eks gedung Kodim Jayakrama di Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat, tempat penampungan para pencari suaka pada Ahad, 21 Juli 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta -Aktivitas sekitar 1.300 orang pencari suaka di Lapangan Bekas Kodim, Kalideres, Jakarta Barat, terlihat normal pada Kamis siang, 1 Agustus 2019.

    Para pengungsi tetap terlihat mengantre makanan siap saji di salah satu tenda, walaupun sejak Rabu, 31 Juli Dinas Sosial DKI Jakarta telah menghentikan pemberian bantuan logistik untuk para pencari suaka tersebut.

    "Itu yang memberikan suplai makanan ke para pengungsi adalah UNHCR. Diberikan untuk satu pekan ke depan," ujar Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah saat dihubungi Tempo, Jumat, 2 Agustus 2019.

    Irmansyah mengatakan Dinas Sosial telah memberikan bantuan makanan sejak 11 - 31 Juli 2019. Pihaknya menghentikan pemberian bantuan logistik karena ketiadaan anggaran. Namun, ia menjelaskan pihaknya tetap menyalurkan bantuan berupa air bersih dan logistik kepada pengungsi. Kedua hal tersebut merupakan hasil kerja sama Dinsos dengan PLN dan PD PAM Jaya.

    "Walau tidak ada bantuan makanan dari DKI, mereka masih boleh menempati lahan eks. Kodim sampai waktu yang tidak ditentukan," ujar Irmansyah. Namun soal nasib kebutuhan pangan untuk pengungsi beberapa pekan ke depan, Irmansyah menyerahkannya ke UNHCR selaku penganggung jawab para pencari suaka.

    Salah satu pencari suaka yang Tempo temui di lokasi, Abdul Halin Sulaiman Muhammad Ishaq, mengatakan selama tinggal di penampungan dirinya sangat menggantungkan diri pada bantuan makanan tersebut.

    Sebab pencari suaka asal Sudan itu dilarang bekerja oleh pemerintah Indonesia, sehingga tak ada sumber pemasukan untuk membeli makanan atau kebutuhan lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.