Mampukah Realisasi Investasi Memacu Pertumbuhan Ekonomi?

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan pekerjaan pembangunan gedung betingkat di Jakarta, Senin, 5 November 2018. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2018 sebesar 5,17 persen (<i>year-on-year</i>), lebih tinggi dibanding 2017. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja melakukan pekerjaan pembangunan gedung betingkat di Jakarta, Senin, 5 November 2018. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2018 sebesar 5,17 persen (year-on-year), lebih tinggi dibanding 2017. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) baru saja merilis data investasi pada triwulan II 2019 yang mencapai Rp 200,5 triliun. Pencapaian ini meningkat 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, 2019 merupakan titik terang bagi investasi setelah pada 2018 laju investasi global mengalami perlambatan. “Hari ini, pemulihan tren investasi berlanjut,” kata Thomas di kantor BKPM, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Juli 2019.

    Jika diakumulasikan, total realisasi investasi sepanjang semester I 2019 telah mencapai angka Rp 395,6 triliun. Artinya, realisasi investasi dari Januri-Juni telah mencapai 49,9 persen dari target yang dipatok sebesar Rp 792 triliun. Selain itu, angka ini juga meningkat 9,4 persen dibandingkan semester I 2018 yang saat itu mencapai Rp 361,6 triliun.

    Kenaikan nilai investasi semester I 2019 terjadi pada Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Kucuran modal asing mencapai Rp 212,8 triliun, naik 31 persen dari tahun lalu yang sebesar Rp 204,6 triliun. Sementara modal domestik mencapai Rp 182,8 triliun, naik 12,5 persen.

    Kenaikan di sejumlah lini investasi ini membuat sejumlah menteri ekonomi lega sekaligus optimistis.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis bahwa realisasi investasi pada paruh kedua tahun 2019 bakal semakin moncer. "Kami optimistis dengan momentum sesudah pemilu dan arah kebijakan Presiden Joko Widodo yang disampaikan juga dilakukan untuk memacu investasi, ekspor, dan mendukung pariwisata," ujar dia di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa, 30 Juli 2019.

    Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai pertumbuhan investasi ini menjadi bukti bahwa kebijakan pemerintah bisa bertahap memacu perekonomian tanah air. “Artinya gini, kemarin saya baca di salah satu koran bahwa 16 paket gagal menghilangkan deindustrialisasi. (Padahal) ya pelan-pelan, pasti ada tahap,” kata dia di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta Pusat.

    Darmin meyakini peningkatan realisasi investasi ini bakal mempengaruhi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2019. Hanya saja, Darmin tidak bisa memperkirakan berapa besar pengaruh yang didapat. “Kalau ditanya PDB (Produk Domestik Bruto) akan berubah, ya berubah. Tapi belum tentu satu banding satu (dengan pertumbuhan realisasi investasi).”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.