Operasi Ketupat 2019: Kasus Kecelakaan Arus Mudik Jauh Berkurang

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat mengecek pasukan gabungan TNI, Polri, dan Instansi Pemerintah saat mengikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2019 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019.  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat mengecek pasukan gabungan TNI, Polri, dan Instansi Pemerintah saat mengikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2019 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Operasi Ketupat 2019 mencatat jumlah korban tewas dalam arus mudik atau kecelakaan lalu lintas lain terkait Hari Raya Idul Fitri berkurang dibandingkan tahun lalu. Jumlah korban tewas dalam berbagai kecelakaan lalu lintas yang terjadi di seluruh Indonesia sejak 29 Mei lalu hingga Kamis 6 Juni atau lebaran hari kedua tercatat 109 orang.

    Baca juga:

    Operasi Ketupat 2019 DKI, Kapolri Fokus Berantas Begal

    "Angka itu berarti terjadi penurunan sebesar 59 persen daripada data periode yang sama pada tahun lalu," kata Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Refdi Andri lewat keterangan tertulis yang dibagikannya, Jumat 7 Juni 2019.

    Sepanjang periode 29 Mei hingga 6 Juni tersebut telah terjadi sebanyak 446 kasus kecelakaan. Selain 109 korban meninggal, ada 76 orang luka berat dan 515 orang mengalami luka ringan. Jika membandingkan berdasarkan jumlah kasus kecelakaan maka terjadi penurunan yang lebih tajam, yakni 62 persen.

    Juga dengan jumlah korban luka berat turun 72 persen, dan jumlah korban luka ringan turun 66 persen. "Faktor yang mempengaruhi turunnya angka laka lantas adalah infrastruktur yang lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu," katanya.

    Refdi juga memuji kinerja kepolisian yang dinilainya lebih optimal, termasuk dengan semua mitra terkait. "Saya merasakan dengan perencanaan yang matang menjadi hasil yang baik," katanya.

    Baca juga:

    Bus Dibajak Anak-anak Takbiran, Sopir Didenda Rp 1,2 Juta

    Refdi tak lupa berterima kasih kepada masyarakat, pemudik, yang juga dipujinya lebih baik dalam mempersiapkan diri dan kendaraannya sebelum mudik. Persiapan, kata dia, memperkecil peluang terjadinya kecelakaan.

    "Masyarakat yang melakukan pergerakan menyiapkan kendaraan yang lebih baik lagi dan yang terakhir, pengemudi lebih paham arti dari keselamatan," katanya sambil berpesan persiapan yang sama agar dilakukan juga saat menjalani arus balik menuju Jakarta.

    Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengungkap data yang sama. Dia menambahkan bahwa kendaraan roda dua masih menjadi penyumbang terbesar angka kecelakaan. Namun untuk penyumbang korban meninggal dunia masih didominasi oleh kendaraan roda empat.

    Sejumlah pasukan gabungan TNI, Polri, dan Instansi Pemerintah saat mengikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2019 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019. Operasi Ketupat 2019 akan dilaksanakan serentak seluruh Indonesia mulai 29 Mei hingga 10 Juni 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Dedi juga memuji persiapan kepolisian, spesifiknya yang berupa rekayasa lalu lintas dan perbanyakan pos pengamanan di titik-titik rawan kecelakaan. "Salah satu penyebabnya strategi rekayasa lalu lintas menyebabkan penurunan cukup signifikan," kata Dedi.

    Sementara itu beberapa kasus kriminalitas terjadi di wilayah Polda Metro Jaya dalam periode yang sama. Di antaranya adalah kasus tawuran dan pengeroyokan saat malam takbiran di Pademangan, Jakarta Utara, serta pencurian di rumah kosong yang ditinggal mudik di Kota Depok. Pencurian dilaporkan menyebabkan kerugian pemiliknya hingga miliaran rupiah.

    Sayang belum ada pernyataan dari Polda Metro Jaya tentang evaluasi sementara pengamanan sebagai bagian dari Operasi Ketupat di wilayahnya tersebut hingga berita ini dibuat.

    ANDITA RAHMA | ADAM PRIREZA | M YUSUF MANURUNG | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.