Mudik Gembira Menyambut Lebaran

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Sabtu 1 Juni 2019. Pada puncak arus mudik lebaran 2019 yang diperkirakan pada H-4 lebaran, sejumlah titik di Tol Jakarta-Cikampek-Cipali mengalami kepadatan volume kendaraan pemudik. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Kendaraan pemudik antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Sabtu 1 Juni 2019. Pada puncak arus mudik lebaran 2019 yang diperkirakan pada H-4 lebaran, sejumlah titik di Tol Jakarta-Cikampek-Cipali mengalami kepadatan volume kendaraan pemudik. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, JakartaLapangan parkir Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah penuh oleh seratusan mobil pemudik bernomor polisi B dan D pada Sabtu, 1 Juni 2019. Tak hanya dari Jakarta dan Bandung, beberapa mobil bahkan menggunakan plat asal Surabaya dan Palembang. Para pelancong yang datang ke situs ini mayoritas adalah mereka yang mudik ke kota-kota di Jawa Tengah bagian selatan dan Yogyakarta.

    Baca: H-3 Lebaran, Polisi Sebut Masih Banyak Warga Ibu Kota Belum Mudik

    Seorang penjaga parkir Borobudur, Alvin, mengatakan para pemudik sudah memadati situs ini sejak Jumat, 31 Mei 2019. “Tapi mulai ramai hari sabtu ini,” kata dia di lokasi. Seperti di musik mudik tahun-tahun sebelumnya, Alvin menuturkan keramaian di Candi Borobudur bakal terus berlanjut sampai kelar Hari Raya Idul Fitri.

    Salah seorang pemudik yang mengunjungi  Borobudur adalah Rizki. Siswa sebuah SMA di Depok ini singgah di Candi Borobudur bersama keluarganya dalam perjalanan mudik ke sebuah kota di Jawa Tengah. Sebelumnya ia pernah ke Borobudur, namun adiknya yang kecil belum pernah ke sana. "Kalau saya sudah dua kali ke Borobudur," ujarnya.

    Bagi para pemudik asal Jakarta, pulang kampung halaman sekaligus dimanfaatkan untuk berwisata. Bagi mereka yang ke Yogyakarta, misalnya, bisa meluangkan waktu untuk ikut open house syawalan bersama Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X.

    Agenda open house syawalan yang berlangsung pada Senin, 10 Juni 2019 ini bertempat di Kompleks Kantor Gubernur - Wakil Gubernur Yogyakarta di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta. Acara yang digelar setiap tahun ini mampu menyedot perhatian masyarakat Yogyakarta, wisatawan domestik, sampai mancanegara. Jumlah sajian panganan yang akan disediakan sekitar 4.000 porsi. Menunya, mulai dari soto ayam, nasi liwet, mie rebus, mi goreng, aneka jenang, serta minuman teh dan air mineral.

    Ratusan ribu kendaraan memang telah meninggalkan Jakarta dan sekitarnya dalam arus mudik Lebaran 2019 hingga Sabtu ini, 1 Juni 2019. Jakarta dan juga kota-kota penyangga mendadak lengang di sebagian wilayahnya.

    Suasana arus lalu lintas Tol Tangerang-Merak pada kilometer 93 yang mengalami kemacetan sebelum Gerbang Tol Merak di Banten, 30 Mei 2019. Kemacetan disebabkan oleh meningkatkan jumlah kendaraan pada mudik H-6 Lebaran. TEMPO/Amston Probel

    PT Jasa Marga (Persero) memperkirakan ada sekitar 1 juta kendaraan yang akan meninggalkan ibu kota dalam mudik 2019. Hingga, Ahad, 2 Juni 2019, Jasa Marga mencatat sudah ada 750 ribu kendaraan yang keluar dari Jakarta.

    Corporate Communication Department Head Jasa Marga, Irra Susiyanti mengatakan, angka realisasi sampai dengan H-4 itu melonjak 32 persen dari lalu-lintas harian rata-rata (LHR). "Normalnya lalu lintas harian sebesar 568.484 kendaraan," katanya dalam keterangan pers pada Ahad, 2 Juni 2019.

    Irra mengatakan, realisasi jumlah kendaraan yang telah meninggalkan Jakarta mencapai 57 persen dari total prediksi Jasa Marga.  "Sehingga terdapat sekitar 559 ribu kendaraan yang masih belum melakukan perjalanan mudik," kata dia. Jasa Marga mencatat 55 persen kendaraan yang keluar dari Jakarta mudik ke arah timur, 28 persen ke arah barat dan 17 persen ke arah selatan.

    Baca: H-4 Lebaran, Jasa Marga: 559 Ribu Kendaraan Belum Mudik

    Suasana lebaran juga terasa di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senior Manager Humas PT KAI Daop I Eva Chairunisa mengatakan pada H-3 Lebaran ada 26 ribu pemudik yang siap berangkat. Total jenderal, pemudik kereta api yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen sejak H-10 sudah sebanyak 215 ribu orang.

    Menurut Eva, untuk arus mudik, kisaran kepadatan tertinggi ini prediksi juga akan terjadi hingga H+1. "Sebenarnya sampai H+4 pun masih di kisaran 20 ribuan untuk mudik yg berangkat dari Pasar Senen," kata Eva saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Ahad, 2 Juni 2019.

    Jika dibandingkan dengan periode tahun lalu, kata Eva, jumlah penumpang kereta saat ini meningkat. "Kalau dari periode sama memang ada kenaikan, per harinya naik sekitar 4 hingga 9 persen," ujar dia. Salah satu faktor kenaikan kenaikan adalah jumlah kereta api tambahan yang juga lebih banyak dari lalu. Total, Stasiun Pasar Senen memberangkatkan 10 KA tambahan per hari, di luar 26 jadwal KA reguler.

    Salah satu pemudik yang akan menggunakan kereta api, Rizky Amelia, punya cerita sendiri. Guru salah satu sekolah swasta ini melewatkan momen penjualan tiket online oleh PT KAI yang dibuka sejak 3 bulan lalu. “Jadwal libur lebaran suami saya belum pasti,” kata dia. “Belakangan suami baru dapat jadwal libur H-1 lebaran.”

    Baca: Polri Klaim Kecelakaan di Arus Mudik Tahun Ini Berkurang

    Mulanya, ia dan suami pasrah dan memutuskan naik bus untuk ke kampung halaman di Tegal, Jawa Tengah. Namun, di suatu siang, mereka iseng membuka beberapa situs agen perjalanan online. Ternyata ada tiket ke Tegal namun dibandrol dengan harga paling murah Rp 500 ribu. Terlalu mahal untuk ukuran ke Tegal.

    Ia pun iseng mencoba mencari tiket Jakarta-Cirebon. Dan rencananya akan melanjutkan perjalan Cirebon-Tegal menggunakan bus. “Lumayan memangkas waktu ketimbang macet di jalan tol,” kata Rizky. Rupanya, pasangan ini menemukan tiket murah Jakarta-Cirebon yaitu Rp 250 ribu. Dan beruntungnya, masih ada tiket kereta Cirebon-Tegal Rp 45 ribu. “Transit Cirebon dulu tapi lumayan bisa kulineran,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.