PDIP Memimpin, Gerindra dan PKS Yakin Masuk Dua Besar DPRD DKI

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rapat paripurna DPRD DKI Jakarta. Tempo/Lani Diana

    Ilustrasi rapat paripurna DPRD DKI Jakarta. Tempo/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan hasil real count sementara Komisi Pemilihan Umum atau KPU per 26 April 2019 pukul 15.00, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meraih suara terbanyak di DKI Jakarta dengan perolehan 19,32 persen. Disusul oleh PKS dengan 17,43 persen dan Gerindra dengan 16,36 persen.

    Meski begitu, partai yang mengusung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto itu tetap yakin bakal menjadi partai terbesar kedua di DKI Jakarta. "Insya Allah dua besar," kata Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu, 24 April 2019.

    Baca: Gerindra Evaluasi Koalisi? PKS: Selesai Saat Anies Baswedan Naik

    Taufik mengaku optimistis karena proses perhitungan suara masih berlanjut. Data di atas baru sekitar 5,79 persen data yang masuk.

    Ia pun yakin partainya itu akan menyalip PKS yang kini di urutan kedua. Selain itu, Taufik yakin Gerindra di tahun ini akan mendapat 20 kursi di DPRD.

    Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurahman Suhaimi mengatakan pihaknya tak mau pesimistis terhadap hasil pemilu 2019. Sebab, proses penghitungan suara oleh KPU masih berlangsung.

    Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Suhaimi bahkan yakin PKS akan menduduki nomor wahid dalam pemilu kali ini. "Kelihatannya PKS nomor 1 deh, ya optimistis dong," kata dia.

    Baca: Ingin Evaluasi Koalisi Dukung Anies, Gerindra: Kami Realistis

    Saat ini, Gerindra dan PKS merupakan dua partai yang mendukung pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dua partai ini yang mengusung Anies dan Sandiaga Uno maju menjadi pimpinan ibu kota.

    Gerindra memiliki sebanyak 15 kursi dan PKS sebanyak 11 kursi. Adapun jumlah kursi di DPRD DKI sebanyak 106 kursi. Artinya sebanyak 80 kursi merupakan partai oposisi.

    Jika PKS memenangkan legislatif DKI Jakarta, Direktur Riset Charta Politika Muslimin menilai hal tersebut akan menjadi keuntungan bagi pemerintahan Anies. Dengan begitu, menurut dia, negosiasi politik antara eksekutif dan legislatif bakal lebih mudah.

    "Ketika dukungan parlemennya kuat, maka apapun yang diprogramkan oleh Anies akan semakin mudah diakomodir sehingga bisa dilaksanakan dengan mudah," kata Muslimin.

    Adapun mengenai klaim kemenangan di legislatif DKI oleh sejumlah partai politik termasuk PKS, kata Muslimin, memiliki tujuan klasik. Yaitu, untuk menjadi ketua DPRD. "Saya kira di situ pertarungannya," kata dia.

    Kalaupun menempati posisi kedua dan ketiga, baik Gerindra dan PKS memiliki kesempatan menjadi pimpinan DPRD. Namun posisi ketua DPRD biasanya ditentukan dari perolehan suara terbanyak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.