Penyebab DKI Memulai Revitalisasi Kolong Tol di Semanggi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi kolong tol Pluit Kilometer 25 pasca kebakaran, Ahad, 31 Maret 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Kondisi kolong tol Pluit Kilometer 25 pasca kebakaran, Ahad, 31 Maret 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah melakukan revitalisasi kolong Simpang Susun Semanggi termasuk kolong Tol Dalam Kota, di Jakarta Selatan. Lokasi itu, saat ini Anies sebut sebagai Ruang Ekspresi Seni dan budaya.

    "Semalam bersama teman-teman dari Bina Marga, Disparbud, Dishub dan Diskominfotik memeriksa Ruang Ekspresi yang sedang dikerjakan di kolong Semanggi," ujar Anies di media sosial pribadinya, Jumat, 12 April 2019.

    Pemberian nama itu sekaligus dengan revitalisasi lokasi itu menjadi sebuah taman. Anies mengatakan, di taman itu akan ada fitur-fitur budaya dan sarana pendukung kegiatan warga, serta terintegrasi dengan transportasi publik dan jalur pejalan kaki.

    Anies menjelaskan, Ruang Ekspresi Seni dan Budaya ke depannya akan menjadi contoh dari pengelolaan kolong tol oleh Pemprov DKI. Saat ini, Anies mengatakan sudah mengkoordinasikan hal itu kepada Menteri Pembangun dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

    Jembatan simpang susun Semanggi dan Jalan Gatot Subroto dilihat dari ketinggian, Jakarta, 12 September 2017. Peresmian simpang susun yang digelar pada Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia ini diyakini dapat mengurangi kemacetan sebanyak 20 hingga 30 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Dalam sebuah surat, Anies meminta Basuki melimpahkan tanggung jawab pengelolaan kolong tol kepada pemerintah DKI. Surat itu ia kirim pada 6 Maret 2019.

    Dalam surat itu tertulis bahwa pemda memohon untuk bisa menggunakan ruang kosong di kolong tol Plumpang-Pluit dan Grogol Pluit.

    Tujuannya untuk mengamankan kolong tol dan menciptakan kegiatan interaktif serta produktif bagi warga. Anies berjanji akan memanfaatkan kolong tol sesuai ketentuannya.

    Baca juga : Anies Ingin Buat Kolong Tol Jadi Ruang Interaksi Warga

    Anies geram dengan penanggung jawab yang tak mengelola kolong tol dengan baik. Selama ini, menurut dia, pengelola mengabaikan pengelolaan kolong tol sehingga muncul sejumlah masalah atau insiden. Selama ini, pengelolaan kolong tol berada di tangan pengelola jalan tol.

    "Jadi kalau ada masalah di kolong tol jangan tanya ke kami," kata Anies.

    Salah satu kondisi kolong tol yang kerap disoroti adalah kolong Tol Pluit, Jakarta Utara. Di sana, banyak permukiman liar memadati kolong tol. Ada juga titik dimana masyarakat membuang sampah di kolong tol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sandiaga Uno Alami Cegukan Saat Quick Count Pilpres 2019

    Dilansir Antara, Sandiaga Uno tak tampil di publik usai pelaksanaan Pilpres 2019 karena kabarnya ia cegukan. Beginilah proses terjadinya cegukan.