Cara Jokowi dan Prabowo Bersiap Menjelang Debat Capres Pamungkas

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres nomor urut 01 Joko Widodo ( kedua kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Ketua KPU Arief Budiman (tengah) sebelum mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu 30 Maret 2019. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Capres nomor urut 01 Joko Widodo ( kedua kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Ketua KPU Arief Budiman (tengah) sebelum mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu 30 Maret 2019. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta – Menjelang debat calon presiden atau debat capres pamungkas Sabtu mendatang, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin masih disibukkan dengan kampanye.

    Berita terkait: Balas Prabowo, Ma'ruf Amin: Negara Ini Sedang Sembuh

    Sandiaga mengatakan, persiapan debat kadang berlangsung melalui teleconference lantaran dia dan Prabowo sibuk berkampanye di tempat berlainan. "Bersama Pak Sudirman (Said) dan beberapa rekan, kami terus melakukan teleconference dengan Pak Prabowo yang masih keliling," kata Sandiaga di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, 10 April 2019.

    Debat kelima akan digelar di Hotel Sultan, Jakarta pada Sabtu malam, 13 April nanti. Debat untuk kedua pasangan calon itu akan mengangkat tema keuangan, investasi, ekonomi, kesejahteraan sosial, dan industri.

    Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said mengatakan, keduanya dijadwalkan melakukan simulasi debat pada 11, 12, dan 13 April pagi. Meski jadwal kampanye padat, Sudirman tak khawatir ihwal debat pamungkas nanti. Dia mengklaim Prabowo-Sandiaga sudah andal dan menguasai materi.

    Direktur Materi dan Debat, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Sudirman Said. (Andita Rahma)

    "Pak Prabowo sudah maju debat tiga kali, Pak Sandi juga di minggu kemarin dan sepanjang perjalanan kampanye juga sebetulnya kan penuh komunikasi. Jadi kami tidak punya masalah dengan kesibukan, insya Allah. Akan kita siapkan dengan baik," kata Sudirman di lokasi yang sama.

    Sandiaga tetap akan berkampanye ke sejumlah daerah di tiga hari sisa masa kampanye ini. Dia berujar akan kembali ke Jakarta setiap malam untuk simulasi esok dan lusa.

    Adapun calon inkumben Jokowi hari ini berkampanye di beberapa tempat seperti Sukabumi dan Depok, Jawa Barat. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Abdul Kadir Karding mengungkapkan kampanye terbuka capres nomor urut 01 Joko Widodo di Sukabumi, Jawa Barat, merupakan agenda mendadak.

    "Jadwal kampanye terbuka Jokowi hari ini sebenarnya bukan di sini," kata Abdul Kadir di Gedung Bazul Ashyab Cikembang, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis.

    Setelah di Sukabumi, Jokowi menghadiri kampanye terbuka di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Jawa Barat. Karena kesibukan kampanye, Jokowi tak sempat menggelar rapat dengan calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan timnya seperti menjelang debat capres pertama Januari lalu. Mereka pun tak sempat menggelar simulasi lantaran sibuk kampanye.

    Saat Jokowi kampanye di Depok, Ma'ruf Amin dan isterinya, Nyai Wury Estu Handayani, berada di Tanjung Kodok, Lamongan, Jawa Timur, Kamis pagi. Ma'ruf menginap di Tanjung Kodok setelah pada Rabu malam menghadiri Isra Mikraj di Lapangan Desa Banyubang, Solokuro. Bahkan sebelum debat capres Sabtu malam harinya, Jokowi bakal menggelar kampanye akbar di Jakarta.

    Menghadapi debat capres kelima, Ma'ruf Amin mengaku tengah memperdalam isu-isu ekonomi. Dia mengatakan tidak akan menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang muluk-muluk.

    Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin memberikan orasi politiknya saat kampanye akbar di Padalarang, Bandung Barat, Selasa, 9 April 2019. ANTARA/Raisan Al Farisi

    "Kita bertahan 5 persen itu sudah bagus, karena (pertumbuhan ekonomi) global sendiri cuma 3,3 persen," ujar Ma'ruf usai menghadiri peluncuran buku Ma'rufnomics di Hotel Bidakara, Jakarta pada Rabu, 10 April 2019.

    Dalam debat capres kelima nanti, Direktur Eksekutif Center of Reform On Economics (CORE) Mohammad Faisal memprediksi, masing-masing calon presiden telah menyiapkan amunisi. Jokowi, sebagai inkumben, bakal memaparkan keberhasilan-keberhasilan selama 4,5 tahun menjabat di kursi RI 1. Misalnya, akselerasi pembangunan infrastruktur yang telah memberi ruang pada percepatan distribusi barang.

    Jokowi juga diramalkan bakal menyinggung program dana desa. Program untuk 7.809 desa itu digelontorkan pemerintah guna mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat. “Ketimpangan desa dan kota yang angkanya turun juga masih akan dibahas Jokowi,” ujar Faisal.

    Dalam cakupan ekonomi makro, Faisal menduga kuat Jokowi akan memaparkan kembali prestasinya di bidang pengendalian inflasi. Meski pokok bahasan itu telah disampaikan dalam beberapa debat sebelumnya, Jokowi cukup percaya diri bahwa inflasi yang terkendali di level 3 persen akan menjadi salah satu peluru untuk menekuk oposisi.

    Capaian tersebut diperkuat dengan data Badan Pusat Statistik atau BPS. Menurut BPS, angka inflasi terus melorot dan menampilkan tren positif sejak 2015. Pada 2015, inflasi tercatat 3,35 persen. Angka ini turun dari 2014 yang mencapai 8,36 persen. Sedangkan pada 2016, inflasi kembali melorot menjadi 3,02 persen dan tercatat sebagai inflasi terendah sejak 5 tahun terakhir. Sementara itu, pada 2017 dan 2018, inflasi berturut-turut bertahan di level 3,61 persen dan 3,13 persen.

    Kendati tren inflasi rendah, Faisal mengatakan Prabowo akan balik menjegal Jokowi dengan isu harga-harga pokok yang terus bergerak naik. “Inflasi umum terkendali tapi harga pangan pokok masih dirasakan membebani,” ujar Faisal membahasakan kemungkinan sanggahan Prabowo dalam debat nanti.

    Isu harga pangan juga akan dikantongi Sandiaga Uno sebagai salah satu amunisinya. Dalam agendanya keliling Nusantara selama Oktober hingga April untuk kampanye, Sandiaga yang kerap keluar-masuk pasar bakal membawa narasi soal lonjakan harga sembako yang ia temui di lapangan ke panggung debat capres.

    ANTARA |BUDIARTI PUTRI | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.