Partai-partai Baru di Ujung Tanduk Ambang Batas Pemilu 2019

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di depan mural bergambar partai politik peserta Pemilu 2019 di Kelurahan Gunung Batu, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu 3 Februari 2019. Mural yang dibuat secara swadaya oleh warga di wilayah tersebut sekaligus untuk mensosialisasikan gambar partai politik peserta Pemilu 2019 kepada masyarakat. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Warga melintas di depan mural bergambar partai politik peserta Pemilu 2019 di Kelurahan Gunung Batu, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu 3 Februari 2019. Mural yang dibuat secara swadaya oleh warga di wilayah tersebut sekaligus untuk mensosialisasikan gambar partai politik peserta Pemilu 2019 kepada masyarakat. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, JakartaTiga lembaga survei memprediksi partai-partai kecil dan baru berpeluang tak lolos parlemen dalam Pemilu 2019. Survei Charta Politika yang dirilis pada Kamis, 4 April 2019, misalnya, menyebut Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda, dan Partai Berkarya tak akan melewati ambang batas parlemen 4 persen.

    Baca: Charta Politika: Elektabilitas PDIP Tertinggi, Gerindra Kedua

    Survei Charta Politika dilaksanakan dari tanggal 19-25 Maret 2019, dengan metode wawancara tatap muka (face to face interview). Pertanyaan menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview) terhadap 2.000 orang dan merupakan masyarakat dewasa yang terdaftar sebagai pemilih. Margin of error survei plus-minus 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

    Direktur Riset Charta Politika Muslimin mengatakan elektabilitas partai politik tersebut sangat banyak dipengaruhi oleh calon presiden yang mereka usung. Seperti PDIP dan Gerindra yang mayoritas dipilih lantaran mereka sama-sama mengusung pasangan calon presiden.

    “Faktor calon presiden yang diusung cukup mempengaruhi elektabilitas partai. Seperti PDIP, 29,2 persen dipilih karena mengusung capres dan cawapres,” ujar Muslimin saat memaparkan hasil survei, di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 4 April 2019.

    Aktris yang juga menjadi Caleg PDIP, Angel Karamoy saat mengikuti kampanye akbar di Parkir Timur, Komplek GBK Senayan, Jakarta, Ahad, 31 Maret 2019. PDIP merupakan salah satu parta pendukung calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Selain karena jauh mendapatkan efek ekor jas dari calon presiden yang diusung, Muslimin mengatakan ketertarikan pemilih kepada calon legislatif dari partai tersebut masih kurang. Program partai pun hanya sedikit dilirik oleh para responden.

    Muslimin mengatakan, faktor tersebut dipengaruhi oleh kalah pamornya pemilu legislatif dibanding pilpres. Mayoritas masyarakat hanya fokus pada kontestasi pilpres. “Pileg hampir terlupakan karena euforia Pilpres,” ujar Muslimin.

    Berikut hasil lengkap survei Charta Politika untuk partai-partai yang tak lolos parlemen : PAN 3,3 persen; PPP 2,4 persen; PSI 2,2 persen; Perindo 2,0 persen; Hanura 1,0 persen; PBB 0,5 persen; PKPI 0,2 persen; Garuda 0,2 persen; Berkarya 0,1 persen.

    Baca: Survei: Pilihan Swing Voters Juga Ditentukan Iming-iming Uang

    Selain Charta, Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Indikator Politik juga menempatkan PSI, PBB, PKPI, Garuda, dan Partai Berkarya kesulitan lolos parlemen. Partai-partai ini hanya mendapatkan suara di bawah dua persen.

    Baca kelanjutannya: Bagaimana partai-partai ini bakal menggenjot suara?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.