Pilihan Politik Ahok Setelah Bebas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita pendukung berfoto di karangan bunga menjelang bebasnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, 24 Januari 2019. Karangan Bunga untuk menyambut bebasnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok mulai berdatangan sejak Rabu Malam hingga Kamis pagi ini. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Seorang wanita pendukung berfoto di karangan bunga menjelang bebasnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, 24 Januari 2019. Karangan Bunga untuk menyambut bebasnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok mulai berdatangan sejak Rabu Malam hingga Kamis pagi ini. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Bukan hanya soal bergabung dengan partai, Basuki bahkan dikabarkan siap mendukung Jokowi - Ma’ruf Amin dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Penyanyi jazz Teuku Adifitrian alias Tompi yang bertemu BTP di Mako Brimob sepekan sebelum ia bebas mengatakan sempat bertanya soal dukungannya dalam Pilpres.

    "Dia bahkan bilang siap naik panggung kampanye untuk Pak Ma'ruf Amin," kata Tompi kepada Tempo, Rabu malam lalu. "Dia mengatakan tak ada dendam kepada Ma'ruf Amin."

    Dalam pertemuan sekitar satu setengah jam tersebut, Ahok mengaku berhutang budi kepada Ma'ruf, yang juga mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia. Ahok juga bersyukur bisa belajar menaklukkan diri sendiri selama menjalani hukuman sekitar 2 tahun. "Jadi sudah benar saya disekolahkan di sini," ucap Tompi menirukan Ahok.

    Ma’ruf Amin merupakan salah satu saksi ahli yang memberatkan Basuki dalam sidang penistaan agama pada 2017 lalu. Bahkan, Ma’ruf Amin yang merupakan ketua MUI ini menerbitkan fatwa yang menyatakan bahwa pernyataan Ahok tentang Surat Al-Maidah adalah penistaan agama. Fatwa ini yang menjadi pegangan beberapa kelompok mendesak Basuki diseret ke meja hijau.

    Simak kelanjutannya: Apakah Ahok bisa mengerek suara?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.