Peserta Lelang Mendadak Mundur, ERP Jakarta Terancam Molor Lagi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan bermotor melintasi gerbang jalan berbayar atau <i>electronic road pricing</i> (ERP) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, 12 September 2018. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menargetkan sistem ERP akan diberlakukan mulai Mei 2019. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Kendaraan bermotor melintasi gerbang jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu, 12 September 2018. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menargetkan sistem ERP akan diberlakukan mulai Mei 2019. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penerapan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) di ibu kota terancam tertunda lagi setelah satu peserta lelang, Q-Free, mengundurkan diri pada Desember 2018.

    Baca: Proyek ERP di DKI dari Era Jokowi, Ahok, Hingga Anies

    Dengan pengunduran diri Q-Free, tinggal dua perusahaan yang bertahan sebagai penawar dalam tender buatan pemerintah DKI Jakarta yang sudah beberapa kali diulang itu. Keduanya adalah PT Bali Towerindo Sentra Tbk. serta perusahaan Swedia, Kapsch TrafficCom. Saat ini proses lelang sudah pada tahap uji konsep atau proof of concept.

    Perusahaan Norwegia tersebut memilih mundur karena alasan ketidakpastian proyek ERP di Jakarta. Dalam  keterangan tertulisnya, Chief Executive Officer Q-Free Håkon Volldal mengungkapkan sejumlah alasan.

    “Pengunduran diri kami merupakan konsekuensi atas ketidakpastian yang terus berlanjut,” kata Volldal dalam penjelasan tertulisnya di situs resmi perusahaan tersebut, Desember 2018.

    Sejumlah kendaraan bermotor melintas di gerbang Electronic Road Pricing (ERP) saat persiapan uji coba di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin, 12 November 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Volldal mengungkapkan bahwa ketidakpastian jadwal lelang, ketidakjelasan struktur pembiayaan proyek, serta potensi keuntungan proyek itu menjadi pertimbangan hengkang dari lelang. Volldal menyatakan perusahaan bakal menyelesaikan dampak keuangan dan organisasi akibat pengunduran diri itu.

    Menurut Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa DKI Jakarta Blessmiyanda, pengunduran diri peserta tak akan menghentikan proses tender. “Tender bisa dilanjutkan,” katanya, seperti dikutip Koran Tempo, Jumat, 11 Januari 2019 .

    Blessmiyanda menerangkan, tahap prakualifikasi kategori lelang umum memang mensyaratkan minimal tiga peserta. Sedangkan pada tahap akhir setidaknya satu peserta yang mendaftarkan harga penawaran kepada panitia penyelenggara tender.

    Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan Sigit Wijatmoko belum menanggapi pengunduran diri Q-Free. Sampai tadi malam, dia hanya mengatakan, “Saya cek ke Panitia.”

    Sumber Tempo di Balai Kota menyebutkan pengunduran diri Q-Free membuat Gubernur Anies Baswedan meminta pendapat hukum kepada Kejaksaan Tinggi Jakarta mengenai lelang tersebut. Anies tak ingin mundurnya peserta tender ERP ini menjadi masalah di kemudian hari.

    Sejumlah kendaraan bermotor melintas di gerbang Electronic Road Pricing (ERP) saat persiapan uji coba di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin, 12 November 2018. Gerbang ERP di jalan Medan Merdeka Barat ini merupakan yang ketiga dipasang untuk uji coba pelaksanaan jalan berbayar. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Dia tak menjelaskan pemicu permintaan pendapat hukum itu dan masalah yang mungkin terjadi. Tapi, menurut sumber itu, pendapat hukum dari Kejaksaan tak bisa cepat turun sehingga bisa membuat waktu lelang molor.

    “Dinas Perhubungan perlu menunggu pendapat hukum itu sebelum melanjutkan lelang,” ujarnya kepada Tempo, pekan ini.

    Sistem ERP bakal diterapkan pada ruas jalan protokol sepanjang 19,2 kilometer yang terbagi dalam dua tahap. Pada tahap pertama, sistem ERP akan diterapkan dari Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, sampai Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Adapun pemberlakuan sistem ERP tahap kedua bergantung pada kemajuan pembangunan jaringan MRT fase II, dari Bundaran HI sampai Kampung Bandan.

    Selain PT Bali Towerindo Sentra Tbk, dua perusahaan asing Q Free, dan Kapsch TrafficCom pernah menggelar uji coba ERP pada 2014. Q Free, perusahaan asal Norwegia, mengetes sistem ERP di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Sedangkan Kapsch, perusahaan asal Swedia menguji coba sistem itu di Jalan Jenderal Sudirman.

    Baca: Menteri Perhubungan Budi Karya Minta DKI Segera Terapkan ERP

    Dinas Perhubungan DKI menjadwalkan uji coba teknologi ERP milik tiga perusahaan itu di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada November lalu. Namun, uji coba program jalan berbayar untuk mengurangi kemacetan di Jakarta itu mendadak dibatalkan sehari sebelum pelaksanaan. Sampai saat ini, rencana uji coba itu belum dimulai lagi.

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.