Rabu, 19 Desember 2018

Bantuan Asing untuk Tsunami Palu, Jokowi: Indonesia Tak Sendirian

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengamankan aktivitas bongkar-muat bantuan makanan untuk korban gempa dan tsunami Palu serta Donggala di Pelabuhan Kelas-III Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 1 Oktober 2018. Pelabuhan Pantoloan mulai difungsikan kembali untuk mengangkut pengungsi dan distribusi bantuan bencana. ANTARA

    Polisi mengamankan aktivitas bongkar-muat bantuan makanan untuk korban gempa dan tsunami Palu serta Donggala di Pelabuhan Kelas-III Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 1 Oktober 2018. Pelabuhan Pantoloan mulai difungsikan kembali untuk mengangkut pengungsi dan distribusi bantuan bencana. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggal, dan Sigi di provinsi Sulawesi Selatan yang menelan korban tewas hampir seribu orang mendorong masyarakat internasional memberikan bantuan, baik dalam bentuk dana maupun bantuan nonfinansial.

    Presiden Jokowi menunjuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto untuk memimpin koordinasi bantuan internasional.

    Baca: Pengungsi Gempa dan Tsunami Palu Kekurangan Makanan dan Air

    Wiranto menjelaskan, 18 negara telah menawarkan bantuan yakni Amerika Serikat, Prancis, Ceko, Swiss, Norwegia, Hungaria, Turki, Australia, Malaysia, Korea Selatan, Arab Saudi, Qatar, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Jepang, India, dan Cina.

    Selain itu sedikitnya 2 lembaga internasional sudah menawarkan bantuan, yakni Uni Eropa dan badan PBB untuk Program Pembangunan, The United Nations Development Programme atau UNDP. Begitu juga bantuan kemanusiaan dari the AHA Centre, badan ASEAN untuk bantuan kemanusiaan yang telah bekerja di provinsi Sulawesi Tengah.

    Kawasan Masjid Baiturrahman pasca-gempa dan tsunami di daerah Taman Ria, Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 1 Oktober 2018. Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Kota Palu, yang diikuti dengan tsunami, membuat ribuan rumah rusak dan menewaskan ratusan orang. ANTARA

    Dari 18 negara itu, beberapa di antaranya secara terbuka menyampaikan kepada media massa tentang jenis bantuan yang diberikan untuk meringankan para korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi.

    Palang Merah Singapura atau SRC termasuk yang pertama menyatakan secara terbuka menggalang dana publik sebesar Rp 543 juta untuk membantu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

    Baca: Korban Jiwa Gempa dan Tsunami Palu Nyaris 1.000 Orang

    "SRC akan mengirimkan bantuan, yang berangkat pada Selasa, 2 Oktober 2018, dalam misi enam hari. Kiriman ini untuk membantu PMI dan mendistribusikan pasokan bantuan kepada korban bencana yang terlantar," kata Sekretaris Jenderal SRC, Benjamin William yang dilansir The Straits Times, Senin, 01 Oktober 2018.

    Selain Singapura, beberapa negara anggota ASEAN lainnya mengirimkan bantuan kemanusiananya sebesar Rp 2,5 miliar. Adapun Thailand mengirimkan bantuan kemanusiaannya sebesar Rp 6 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.