Rabu, 19 September 2018

Penutupan Asian Games, Terorisme dan Lalu Lintas Jadi Perhatian

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Ki-ka) Ketua Inasgoc Erick Thohir, Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari berjabat tangan saat rapat tertutup di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, 30 Agustus 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    (Ki-ka) Ketua Inasgoc Erick Thohir, Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari berjabat tangan saat rapat tertutup di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, 30 Agustus 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Panitia Asian Games 2018 atau Inasgoc Erick Thohir menjanjikan suguhan yang lebih menarik lagi pada acara penutupan Asian Games yang akan berlangsung pada Minggu malam, 2 September 2018, di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

    Sejumlah artis papan atas nasional dan dari negara-negara Asia lainnya disiapkan untuk menghibur penonton.  Salah satu orang kaya di dunia, Jack Ma (bos Alibaba Group, dengan kekayaan hampir Rp 570 triliun), bakal hadir di acara ini. Belum jelas siapa yang akan menutup Asian Games, yang pembukaannya dilakukan Presiden Joko Widodo.

    Baca juga: Penutupan Asian Games 2018 Tak Lagi Kolosal, Gantinya ...

    Kepolisian RI memfokuskan pada ancaman serangan terorisme dan kemacetan lalu lintas pada upacara penutupan Asian Games. Selain itu, Polda Metro Jaya bakal mengamankan acara dari gangguan kejahatan ringan, seperti copet dan pencurian sepeda motor.

    "Kami sudah susun sistem laju kendaraan, penutupan arus, dan siapkan kantong parkir," kata Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian seusai rapat koordinasi pengamanan upacara penutupan Asian Games di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Kamis, 30 Agustus 2018. Rapat itu juga dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Erick Thohir.

    Tito tak menjelaskan ancaman terorisme yang telah dipantau. Namun, dia menuturkan, secara umum tidak ada gangguan keamanan selama penyelenggaraan Asian Games 2018 sejak dibuka pada 18 Agustus lalu. Meski demikian, kepolisian tetap fokus menjaga keamanan pelaksanaan Asian Games ke-18 yang tinggal beberapa hari lagi.

    Tito menambahkan, peningkatan pengamanan tak hanya dilakukan di Jakarta, tapi juga di Palembang meski di sana tak ada acara penutupan khusus. "Karena banyak atlet yang memilih menetap," katanya.

    Baca juga: Erick Thohir: Tiket Upacara Penutupan Asian Games Habis Dipesan

    Polri dan TNI menyiapkan 9.422 personel gabungan. Di dalamnya juga ada petugas dari Pemda DKI, Satpol PP, juga petugas ambulans dan pemadam kebakaran. Pada upacara pembukaan Asian Games, ada 8.000 personel gabungan yang diterjunkan. 

    "Acaranya sedikit berbeda, selain ada acara utama upacara penutupan di dalam GBK, di luar ada pasar festival akan banyak pengunjung maka kita dari Polri dan TNI serta seluruh teman-teman tergabung dalam pengamanan," kata Tito. 

    Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Aziz menuturkan pihaknya telah memerintahkan jajarannya membuat satuan tugas (satgas) khusus untuk mengantisipasi kejahatan ringan dan premanisme.

    Idham berharap operasi tersebut dapat menciptakan kondisi aman selama penutupan Asian Games sehingga momen itu menjadi kebanggaan bersama. "Ya kita tingkatkan sampe 3, 4 hari ke depan ini," katanya.

    Untuk lalu lintas, Polda Metro Jaya akan melakukan rekayasa seperti ketika upacara pembukaan Asian Games.

    "Penutupan beberapa jalan dilakukan di sekitar venue utama saja, kawasan Gelora Bung Karno," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar M. Yusuf.  Penutupan rencananya akan dimulai pada pukul 09.00. Sedangkan waktu pembukaan kembali jalur yang ditutup belum bisa dipastikan. "Tergantung perintahnya nanti," ujarnya.

    Simak juga: Bos Alibaba Group Jack Ma Hadir di Penutupan Asian Games 2018

    Untuk mencegah padatnya lalu lintas, kendaraan penonton dilarang parkir di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan. Inasgoc menyediakan kantong parkir untuk para penonton. Secara keseluruhan, total gedung parkir berjumlah 40 lokasi.

    Kantong-kantong parkir itu tersebar di area sekitar Senayan. Di Jalan Jenderal Sudirman, lokasi parkir tersedia di Plaza Semanggi, Gedung BRI, ANZ Tower, Graha CIMB Niaga, Menara Mandiri, Intiland Tower, Sampoerna Strategi Square, World Trade Center (WTC), Pelataran Parkir Siloam, Gedung AIA Center, Kementerian PAN, Ratu Plaza, dan Kemendikbud.

    Sejumlah gedung di kawasan SCBD juga menyediakan lahan parkir, seperti Pacific Place, Gedung Artha Graha, Equity Tower, The Energi, Electronic City, Lot 18, dan Lot 6 7 8.

    Sementara itu, di Jalan Asia Afrika, gedung-gedung yang menyediakan lahan parkir adalah Plaza Senayan dan STC Senayan. Di Jalan Gatot Subroto, pengunjung dapat memarkir kendaraannya di Jakarta Design Center, LIPI, Dipo Business Center, BPJS Ketenagakerjaan, Kantor Dirjen Pajak, dan gedung DPR/MPR.

    Lokasi parkir lainnya adalah Universitas Al-Azhar, City Walk, Graha Indra Mas, Wisma Barito Pacific, Standard Chartered, Manggala Wanabakti, Kementerian PUPR, Kementerian Agraria, dan Pusdiklat Kemenlu.

    Simak juga: INASGOC: Ada Peluang Tiket Penutupan Asian Games Tersedia Lagi

    Sistem pengamanan monitoring juga disiapkan di dua lokasi, yakni di Polda Metro Jaya dan Senayan.

    Ada satuan tugas khusus yang bertugas memonitor keamanan di command center. Ruang command center Asian Games 2018 didukung oleh sistem monitoring yang canggih, antara lain dilengkapi sistem face recognize untuk mengenali wajah. Sistem tersebut terkoneksi dengan 600 kamera pengawas (CCTV) yang dipasang di Gelora Bung Karno dan 400 CCTV di lokasi-lokasi lain.

    INGE KLARA | LANI DIANA | ZARA AMELIA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.