Rabu, 24 Oktober 2018

Lobi-lobi Pemerintah ke Ojek Online agar Batal Demo Asian Games

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah perwakilan pengemudi ojek online bertemu Komisi V DPR di ruang rapat komisi V DPR, Jakarta, 23 April 2018. Dalam pertemuan tersebut, pengemudi ojek online menyampaikan dua tuntutan utama, yaitu kenaikan tarif dan kejelasan payung hukum. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah perwakilan pengemudi ojek online bertemu Komisi V DPR di ruang rapat komisi V DPR, Jakarta, 23 April 2018. Dalam pertemuan tersebut, pengemudi ojek online menyampaikan dua tuntutan utama, yaitu kenaikan tarif dan kejelasan payung hukum. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana sejumlah pengemudi ojek online melakukan unjuk rasa saat pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus mendatang makin bulat. Para pengemudi ojek online, yang tergabung dalam Gerakan Aksi Roda Dua atau Garda, menyatakan rencana aksi demo tidak akan batal selama tuntutan belum dipenuhi.

    Baca: Begini Sandiaga Uno Mohon Demo Ojek Online di Asian Games Batal

    "Tidak ada perubahan. Kita akan turun pada pembukaan Asian Games," kata Danny Stephanus, salah satu presidium Garda, Rabu, 25 Juli 2018. “Kami terus merapatkan barisan. Apa pun risikonya, kami akan turun."

    Unjuk rasa digelar untuk menuntut kenaikan tarif dan pengakuan pemerintah terhadap keberadaan ojek online. Selama tiga tahun bergabung dengan ojek online, Danny mengaku sudah mengalami beberapa kali perubahan tarif. Saat pertama kali bergabung, tarif ojek online Rp 4.000 per kilometer.

    Namun saat ini tarif hanya Rp 1.500 per kilometer. “Kami tidak meminta uang negara dan perusahaan. Kami hanya minta tarif yang dulu dikembalikan,” ujarnya. Danny yakin ojek online wilayah Jabodetabek dan Palembang serempak melancarkan aksi pada awal Asian Games. “Teman-teman terus mensosialisasikan kepada para komunitasnya kenapa kami harus aksi,” ucapnya.

    Pemerintah mengaku telah duduk bersama dengan pengemudi ojek online dan stakeholder untuk membahas tuntutan dan rencana aksi demo. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi mengatakan sudah bertemu dengan aplikator ojek online untuk menaikkan pendapatan para pengendara ojek online. Sspirasi yang ingin disampaikan pengemudi ojek online ke pemerintah, kata Budi, dapat disampaikan dengan dialog, bukan demo.

    Menurut dia, jika demo tetap berlangsung, hal itu sama saja mempermalukan Indonesia di depan 45 negara lain. Direktur Angkutan dan Multimoda Perhubungan Darat Cucu Mulyana menuturkan pembicaraan rencana aksi demo dengan asosiasi sudah dilakukan, termasuk dengan Garda.

    Selain berdialog, Cucu berujar pemerintah akan menggelar focus group discussion dengan para pengendara ojek online. Dia yakin perhelatan Asian Games akan menjadi ceruk rezeki para pengemudi ojek online. "Ojol (ojek online) juga pasti ikut menikmati, pasti banyak tamu, itu juga pasti meningkatkan penghasilan temen-temen juga," tuturnya.

    Senada, Anggota Komisi Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat, Jhoni Allen Marbun, menilai perhelatan Asian Games menguntungkan ojek online. Sebab, kata dia, permintaan ojek online akan lebih banyak dari biasanya. "Permintaan tinggi. Harusnya bersyukur, dong," katanya.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta para pengemudi ojek online tidak menggelar aksi demo saat pembukaan Asian Games 2018. Menurut Sandiaga, Asian Games merupakan momen sangat bersejarah dan penting bukan hanya bagi seluruh warga Jakarta, tapi juga rakyat Indonesia.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjamin para pengemudi ojek online tidak akan melakukan unjuk rasa saat pembukaan Asian Games oleh Presiden Joko Widodo. Dia mengklaim sudah melakukan dialog dengan para asosiasi ojek online. Budi menjelaskan, perihal tuntutan para pengendara ojek online, termasuk mengenai regulasi, akan diakomodasi pemerintah daerah.

    Sementara itu, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan Grab telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan upah pengemudinya. Ridzki mengklaim upaya tersebut berdampak menambah pendapatan pengemudi.

    Karena itu, dia mempertanyakan status pengemudi roda dua berbasis daring alias ojek online yang masih menuntut kenaikan tarif. "Apakah sebagian kelompok mitra pengemudi yang masih menuntut kenaikan tarif ini benar-benar mewakili mitra pengemudi kami yang sesungguhnya?" ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 19 Juli 2018.

    Baca: Ojek Online Demo Saat Asian Games 2018, Grab Indonesia Tanya Ini

    Rencananya, ribuan pengemudi ojek online, yang tergabung dalam Garda, dikabarkan berdemonstrasi pada 18 Agustus 2018 alias saat perhelatan Asian Games 2018 hari pertama. Aksi tersebut akan dilangsungkan di dua titik venue Asian Games, yaitu Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, serta Gelora Jaka Baring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan.

    MUH. BASKHORO W.D. | CHITRA PRAMAESTI | ZARA AMELIA | LANIDIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.