DKI Kebut Bereskan Trotoar Sebelum Asian Games 2018, Bisakah?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana trotoar yang belum rampung pengerjaannya menjelang perhelatan Asian Games 2018 di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018. TEMPO/Subekti

    Suasana trotoar yang belum rampung pengerjaannya menjelang perhelatan Asian Games 2018 di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhelatan internasional Asian Games 2018 tinggal sebulan lagi, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengebut proyek trotoar di Ibu Kota.

    Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno optimistis pembangunan trotoar Jalan Sudirman dan M.H. Thamrin akan selesai tepat waktu atau sebelum pergelaran Asian Games 2018 berlangsung. Dia pernah berjanji pengerjaan trotoar akan selesai pada 31 Juli 2018.

    Namun dari pantauan Tempo di lapangan pada Jumat pagi hari ini, 13 Juli 2018, trotoar Sudirman-Thamrin memang belum bisa sepenuhnya dilewati pejalan kaki. Seng-seng pembatas masih menutupi beberapa area proyek, seperti di sekitar Halte Dukuh Atas.

    Baca: DKI Tambah 116 Bus Transjakarta untuk Asian Games Senilai...

    Ada pula pengamat perkotaan yang meragukan DKI mampu merampungkannya tepat waktu karena beberapa sebab.

    "Kalau dilihat sekarang memang sepertinya enggak akan siap, tapi saya percaya akan selesai karena saya dulunya kontraktor," ujar Sandiaga di Jakarta Selatan, Jumat, 13 Juli 2018.

    Dengan mantap, Sandiaga yakin pembenahan trotoar itu akan rampung dan mulus pada 22 Juli mendatang. "Tanggal 31 Juli trotoarnya akan bisa dipakai," katanya.

    Sebelumnya, aksi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono berjalan di trotoar Sudirman-Thamrin viral di media sosial. Sebab, Basuki melakukan pengecekan jalan yang akan mempercantik perhelatan Asian Games 2018 itu dengan berjalan kaki sejauh tiga kilometer.

    Berdasarkan cerita dalam unggahan di akun Facebook Tomi Lebang pada 8 Juli 2018 lalu, Basuki memulai perjalanannya itu dari depan Patung Pemuda Membangun, Senayan, sampai Halte Setiabudi. "Trotoar Jakarta masih terbengkalai, penguasa daerah kurang tangkas dalam membenahi," ucap Tomi.

    Simak: Penyebab Sandiaga Uno Yakin Trotoar Bisa Beres Sebelum Asian Games

    Lebih lanjut, Sandiaga tetap optimistis proyek trotoar akan selesai tepat waktu. "Saya percaya bisa karena saya pengusaha dan juga biasa buat jalan," tuturnya.

    Sandiaga mengatakan pembangunan trotoar akan dikebut untuk mengejar perhelatan Asian Games 2018. Dia menargetkan seluruh pekerjaan rampung 31 Juli mendatang.

    Pejalan kaki melintasi trotoar yang belum rampung pengerjaannya menjelang Asian Games 2018 di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penataan jalan dan trotoar di kawasan Sudirman akan rampung pada 22 Juli 2018. TEMPO/Subekti

    Setelah pengerjaan selesai, kata Sandiaga, jalur pedestrian tersebut akan disertifikasi sebagai jalur Jakarta Marathon untuk Asian Games. Selain itu, jalur pedestrian dapat digunakan untuk menerima para tamu-tamu.

    "Harus ditambah orangnya supaya tidak ada keterlambatan. Insya Allah 31 Juli siap," ujarnya, Ahad, 8 Juli 2018. Pekerjaan lain yang harus disegerakan adalah pembuatan tanaman, jembatan penyeberangan orang (JPO), dan penerangan jalan.

    Pengamat tata kota, Yayat Supriatna, pesimistis terhadap janji Sandiaga yang akan membereskan renovasi fasilitas umum pada akhir Juli 2018 ini.

    “Belum akan terealisasi kalau tidak ada capaian-capaian yang ditetapkan terkait apa saja yang harus dibetulkan dan diselesaikan. Sekarang saja sudah minggu kedua bulan Juli,” ucapnya saat dihubungi Tempo lewat telepon, Jumat, 13 Juli 2018.

    Ia pun menyebut belum melihat perubahan signifikan terkait dengan kondisi fasilitas umum di Jakarta. Menurut Yayat, pemerintah provinsi perlu melakukan audit lebih dulu agar dapat menetapkan skala prioritas daerah dengan fasilitas umum yang sudah sangat perlu direvitalisasi.

    “Kita tunggu janjinya-lah. Belum ada yang berubah, kecuali sekitar lokasi Asian Games. Belum terlihat satu atau dua perbaikan,” tuturnya.

    Baca juga: Pencurian di Pabrik Tas Tangerang, Duit Rp 1,7 Miliar Digondol Pelaku

    Yayat menuturkan beberapa fasilitas umum, seperti trotoar, halte, dan JPO di Ibu Kota yang kondisinya sangat mengenaskan. Ia mencontohkan salah satu JPO di daerah Grogol, yang kondisi tiangnya sudah keropos.

    Selain itu, JPO yang diperuntukkan bagi kaum difabel pun banyak yang sudah tidak berfungsi lagi. Misalnya, dia melanjutkan, lift bagi para difabel di JPO di daerah Bundaran Hotel Indonesia, dan Jalan Tosari, Jakarta Pusat, yang sudah mati total.

    “Sedangkan pemerintah mendorong warga untuk naik transportasi umum, tapi fasilitasnya entah rusak, kotor, atau penuh oleh PKL (pedagang kaki lima),” ujarnya tentang fasilitas umum dalam menghadapi Asian Games 2018, termasuk trotoar.

    JULNIS FIRMANSYAH | ADAM PRIREZA | YUSUF MANURUNG | IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.