Rabu, 19 September 2018

Selain Anies, Prabowo Benarkan Nama CT dan AHY Potensial Cawapres

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR, yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjelang memberikan keterangan kepada media setelah melakukan pertemuan tertutup di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, 25 Juni 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Ketua MPR, yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjelang memberikan keterangan kepada media setelah melakukan pertemuan tertutup di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, 25 Juni 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mempertimbangkan dua kandidat lain sebagai calon wakil presiden cawapres di pemilihan presiden atau pilpres 2019. Mereka adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Chairul Tanjung (CT). Keduanya merupakan kader Partai Demokrat.

    Prabowo mengatakan selain kedua nama itu bahkan Gerindra sudah menyiapkan kandidat lainnya. "Iya, tapi masih ada beberapa nama lagi, nanti saya akan terbuka," kata dia di kediamannya, Jalan Kartanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 7 Juni 2018.

    Simak: Gerindra Sebut Tak Mungkin Usung Anies Baswedan Jadi Capres di Pilpres 2019

    Dari ketiga kandidat cawapres Prabowo itu, nama Chairul Tanjung atau CT merupakan yang belakangan terungkap. Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus Ketua Tim Pemenangan Partai Gerindra Sandiaga Uno menyebut nama CT memiliki potensi menjadi cawapres Prabowo di Pilpres 2019.

    Sementara nama AHY dipertimbangkan sebagai cawapres setelah Prabowo bertemu dengan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan. Demokrat akan berkoalisi dengan Gerindra dengan syarat cawapres Prabowo berasal dari kadernya.

    Baca: Partai Demokrat Bakal Bahas Duet Prabowo - AHY

    Sementara itu, nama Anies pertamakali mencuat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berkoalisi dengan Gerindra di PIlpres 2014. Namun, PKS ingin memasangkan Anies dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam Pilpres 2019.

    Namun, Prabowo mengatakan masih belum menentukan siapa wapres yang bakal maju dalam Pilpres 2019. Dia mengatakan akan berdiskusi lebih lanjut dengan PAN dan PKS yang memiliki peluang berkoalisi dengan Gerindra. Prabowo mengatakan juga akan mendengar masukan dari ulama-ulama terkait Pilpres 2019. "Saya juga akan berkonsultasi dengan ulama yang selama ini menjadi penasihat saya," kata dia.

    Baca juga: Juru Bicara Anies Sebut Partai Koalisi Sepakat Anies Cawapres Prabowo

    Sebelumnya, Juru bicara Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Anggawira, membenarkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah bertemu Anies untuk membahas Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. “Insyaallah partai koalisi sudah menerima Anies untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) Pak Prabowo," kata Anggawira, Sabtu, 7 Juli 2018.

    Anggawira mengatakan Gerindra mempertimbangkan isu-isu kekinian yang berkembang di masyarakat seputar Pilpres 2019. Namun, Anggawira mengatakan formasi itu masih akan dibicarakan lebih matang pada pertemuan selanjutnya antara Prabowo dengan partai koalisi. Sementara Anies, kata dia, siap menerima apapun keputusan yang akan dihasilkan oleh Prabowo dan koalisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.