Selasa, 19 Juni 2018

Bandara Ahmad Yani Baru Bakal Tampung 17 Ribu Pemudik Per Hari

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang pesawat berada di ruang check-in, atau ruang konfirmasi calon penumpang pesawat, di Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 6 Juni 2018. Terminal baru bandara ini dijadwalkan akan diresmikan Presiden Jokowi pada Kamis, 7 Juni 2018. ANTARA/R. Rekotomo

    Calon penumpang pesawat berada di ruang check-in, atau ruang konfirmasi calon penumpang pesawat, di Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 6 Juni 2018. Terminal baru bandara ini dijadwalkan akan diresmikan Presiden Jokowi pada Kamis, 7 Juni 2018. ANTARA/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Semarang - Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi memperkirakan jumlah penumpang di Bandara Ahmad Yani baru pada Lebaran 2018 mencapai 17 ribu penumpang per hari. Bandara Ahmad Yani rencananya diresmikan atau soft launch oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore ini, Kamis, 7 Juni 2018.

    "Kapasitas bandara baru tersebut mampu menampung 19 ribu penumpang per hari," kata Faik, akhir pekan lalu.

    Baca jugaBandara Ahmad Yani Semarang Tampung 7 Juta Penumpang di 2018
    Calon penumpang melihat jadwal keberangkatan pesawat di Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Rabu, 6 Juni 2018. Terminal baru tersebut mulai beroperasi hari ini. ANTARA/R. Rekotomo

    Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, dioperasionalkan perdana kemarin. Bandara yang dibangun dengan anggaran Rp 2,2 triliun tersebut mampu menampung 7 juta penumpang per tahun. Adapun kapasitas Bandara Ahmad Yani yang lama hanya mencapai 800 ribu penumpang per tahun.

    Selama masa Lebaran, bandara tersebut akan dioperasionalkan di dua titik, yakni lantai dasar dan lantai 1. Adapun lantai mezzanine and roof garden serta lantai 3 belum digunakan. Berkaca dari tahun lalu, pada puncak Lebaran 2017, jumlah penumpang di Bandara Ahmad Yani yang lama mencapai 16.700. Operasional soft launching akan dilaksanakan dengan kondisi masih ada beberapa titik yang dibangun.

    Simak pulaPerluasan Terminal Bandara Ahmad Yani Sudah 72 persen

    Titik yang masih dibangun itu adalah pengerjaan paket 4, yang berisi gedung sarana pendukung, seperti perkantoran. Adapun paket 5 adalah manajemen pengelolaan air, yang masih dalam tahapan lelang.
    Calon penumpang pesawat berada di ruang tunggu penerbangan domestik di Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 6 Juni 2018. ANTARA/R. Rekotomo

    Dalam kunjungannya belum lama ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tidak menutup kemungkinan akan menambah rute baru. Bandara baru dinilai lebih layak untuk masyarakat Jawa Tengah.

    "Menambah rute sudah pasti ada. Ini ada ibarat bola baru ditaruh sini, mereka datang," ujarnya.

    Lihat juga: Menhub Puas Bandara Ahmad Yani Siap Beroperasi

    Bandara yang sembilan kali lebih luas dari bandara lama tersebut dibangun di atas tanah seluas 58 ribu meter persegi dengan lima paket tahapan. Tahap pertama adalah penyiapan lahan dan jalan akses, paket kedua pembuatan apron dan taxiway 100, dan paket ketiga pembangunan gedung terminal dan peralatan penunjang. Adapun paket keempat adalah bangunan penunjang perkantoran serta paket kelima manajemen pengelolaan air, yang masih dalam tahap pelelangan.

    Manajer Proyek Pengembangan Bandara I Kethut Aryana menambahkan, bandara yang dilakukan ground breaking pada 17 Juni 2014 tersebut mampu menampung 600 parkir kendaraan saat Lebaran 2018. Rencananya, jika sudah rampung, lahan parkir seluas 43.633 meter persegi itu bisa digunakan untuk menampung 1.200 kendaraan, baik roda dua maupun empat.

    Dalam rencana proyek, Bandara Ahmad Yani baru memiliki luas parkir pesawat tiga kali lipat dari luas bandara lama. Bandara itu kini memiliki terminal seluas 58.652 meter persegi dan luas apron mencapai 72.522 meter persegi. Apron baru mampu menampung 10 pesawat narrow body dan 2 pesawat wide body.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Timnas dengan Trofi Piala Dunia Terbanyak

    Merebut gelar juara di Piala Dunia bukan hal yang mudah. Dalam kompetisi empat tahunan itu, tim nasional dari berbagai negara harus bersaing ketat.