Jumat, 21 September 2018

Bom Surabaya dan Rangkaian Aksi Teror dalam Sepekan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi bersiaga di sekitar lokasi ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, 13 Mei 2018. Menurut Kabidhumas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera terjadi ledakan di tiga lokasi gereja pada waktu yang hampir bersamaan di Surabaya. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Polisi bersiaga di sekitar lokasi ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, 13 Mei 2018. Menurut Kabidhumas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera terjadi ledakan di tiga lokasi gereja pada waktu yang hampir bersamaan di Surabaya. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ledakan bom Surabaya di tiga gereja pada Ahad pagi, 13 Mei 2018, menambah panjang catatan aksi teror yang terjadi di tanah air dalam sepekan. Berikut ini rangkaian aksi teror yang telah dihimpun Tempo selama sepekan ke belakang.

    Aksi teror pertama dimulai pada Selasa, 8 Mei 2018, yakni kerusuhan di Markas Komando Brigade Mobil. Saat itu, bentrokan terjadi antara personel kepolisian dengan narapidana dan tahanan kasus terorisme. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan keributan di rutan Mako Brimob telah terjadi sejak siang hari. Keributan yang diduga dipicu oleh persoalan makanan di sel Blok C.

    Baca: Ledakan Bom di Surabaya Terjadi di Tiga Gereja

    Lima anggota Densus 88 dibunuh dan satu tahanan teroris tewas ditembak karena merebut senjata polisi, yakni Benny Syamsu Tresno alias Abu Ibrohim. Dalam peristiwa itu, satu orang petugas, Bripka Iwan Sarjana sempat disekap para napi.

    Lima polisi yang tewas dalam kerusuhan Mako Brimob yang dilakukan napi dan tahanan teroris adalah Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, Iptu Luar Biasa Anumerta Rospuji, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, dan Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho.

    Kerusuhan selama sekitar 40 jam tersebut berakhir pada Rabu pagi, 9 Mei 2018 sekitar pukul 07.15 WIB ditandai dengan suara ledakan tiga kali disusul dengan iring iringan mobil yang keluar dari Mako Brimob. Saat itu, Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafruddin menyatakan, 155 narapidana dan tahanan kasus terorisme telah menyerah.

    Baca: Dua Wanita Terduga Teroris Ditangkap di Sekitar Mako Brimob

    Paska kerusuhan itu, ternyata aksi teror belum berakhir. Pada Kamis tengah malam, 10 Mei 2018, satu orang anggota satuan intelijen Brimob Bripka Marhum Prencje, 41, tewas ditusuk pria mencurigakan di depan Rumah Sakit Brimob Kelapa Dua, Depok.

    Juru bicara Polda Metro jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan penusukan tersebut bermula ketika Prencje keluar Mako Brimob pada pukul 23.00 WIB dengan tujuan pengamanan di depan Rumah Sakit Bhayangkara. Sesampainya di sana, ia melihat seseorang yang mencurigakan sedang melihat ke arah dalam Mako Brimob Kelapa Dua.

    Melihat adanya pria mencurigakan, Prencje pun menghampirinya untuk menanyakan maksud dan tujuannya. Pria itu, yang diketahui bernama Tendi Sumarno, 23 tahun, pun ditangkap ke kantor Satuan Intel Brimob.

    Saat sedang diperiksa, Tendi izin ke toilet. Karena ia lama tak keluar dari toilet, Prencje mendatanginya. Pada saat itu lah Tendi menikam sang polisi beberapa kali di bagian perut. Tendi akhirnya tewas ditembak rekan Prencje yang datang karena mendengar teriakan sang polisi.

    Pada Sabtu, 12 Mei 2018, polisi kembali menangkap dua orang wanita yang diduga akan melakukan aksi penusukan terhadap anggota Brimob. Keduanya ditangkap di sekitar Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

    Baca: 5 Polisi Gugur di Mako Brimob Diduga Dibunuh dengan Pecahan Kaca

    Kedua perempuan itu diketahui bernama Dita Siska Millenia, 18 tahun, dan Siska Nur Azizah, 21 tahun. Sejumlah barang bukti disita polisi, yaitu dua buah kartu tanda penduduk (KTP), dua unit Handphone, dan satu buah gunting.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal M. Iqbal mengatakan kedua perempuan itu sempat dibawa ke Kantor Kepolisian Resor Kota Depok. Di sana, mereka diperiksa secara intensif, difoto, dan diminta sidik jari. Selain itu, polisi juga mengecek data-data dari handphone yang dikantongi pelaku.

    Hari ini, Ahad, 13 Mei 2018, bom meledak di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Juru bicara Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan bom meledak di Gereja Kristen Indonesia Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria di Ngagel, dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan identifikasi aksi teror itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.