Rabu, 19 September 2018

Jurus Sandiaga Uno buat Bersih-bersih Danau Jakarta yang Tercemar

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sehari setelah Festival Danau Sunter, sampah berserakan di pinggir Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin 26 Februari 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    Sehari setelah Festival Danau Sunter, sampah berserakan di pinggir Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin 26 Februari 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno punya solusi untuk membersihkan waduk dan danau di Jakarta yang masih tercemar. Dia mengatakan solusi tersebut adalah mengembangkan sistem pengolahan limbah yang baik.

    Menurutnya setiap rumah, industri dan perkantoran diharuskan untuk melakukan pengolahan limbah sebelum dilepas ke sungai.

    “Simpel saja, kita bikin wastewater treatment (instalasi pengolahan air limbah),” kata Sandiaga di Gedung Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jakarta Pusat, Rabu 28 Februari 2018. 
    Baca : Banyak Sampah Sisa Festival Masih Berserak di Pinggir Danau Sunter

    Sandiaga Uno ingin Jakarta mengikuti standar kota-kota besar di dunia yang memiliki sistem pengolahan limbah yang baik. “Kita ini masuk kota metropolis yang paling maju, kita juga harus punya wastewater treatment,” ujar Sandiaga.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno kalah dari  Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam lomba adu cepat di Danau Sunter Jakarta Utara. Sebagai konsekuensi kekalahannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membersihkan danau lain yang berada di Jakarta.

    Sandiaga mengatakan akan memprioritaskan danau dan waduk yang paling tercemar dan dimanfaatkan masyarakat.  “Salah satunya Waduk Pluit dan waduk Ria Rio,” kata Sandiaga lagi.

    Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti meraih bendera di garis finish saat lomba adu cepat melawan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dalam Festival Danau Sunter, Jakarta, 25 Februari 2018. Susi Pudjiastuti yang berlomba dengan menggunakan paddle berhasil mengalahkan Sandiaga yang berenang melintasi Danau Sunter. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Dilansir dari Koran Tempo edisi Rabu 28 Februari 2018, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menggelar survei pada akhir tahun lalu, dengan mengambil sampel air pada 41 dari 55 situ atau danau dan waduk di Jakarta.

    Hasilnya, 57,75 persen telaga tercemar berat-naik 28,75 persen dari hasil survei pada 2016. Sisanya, 19 persen, tercemar ringan dan 21,25 persen tercemar sedang. Hanya 2,5 persen yang kualitas airnya baik.
    Simak juga : Kalah Lawan Susi, Sandiaga Uno Prioritaskan Waduk Paling Tercemar

    Kepala Seksi Pemantauan Kualitas Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dwi Sari Kurniawati, mengatakan air telaga di Jakarta terutama tercemar oleh polutan dari limbah rumah tangga. "Sebagian besar limbah rumah tangga belum diolah dan mencemari air yang mengalir ke danau," ujar Dwi di kantornya, Rabu 28 Februari 2018.

    Menurut Dwi, pencemaran air danau dan waduk diperparah oleh tumbuhnya industri rumah tangga, seperti binatu serta pencucian sepeda motor dan mobil, yang membuang limbah ke saluran air tanpa mengolahnya terlebih dulu.

    Sandiaga Uno mengatakan sampai saat ini tidak ada kendala yang dialami Pemprov DKI Jakarta dalam pengolahan limbah. ia mengatakan secara konsep Pemprov telah siap dan hanya tinggal diterapkan. “Enggak ada kendala, menurut saya konsepnya harus kita eksekusi saja,” demikian Sandiaga. 

    GANGSAR PARIKESIT | IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.