Rabu, 19 September 2018

3 Ring Pengamanan Sidang PK Ahok

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raisa dikerahkan untuk menjaga sidang berkas Peninjauan Kembali (PK) Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin 26 Februari 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    Raisa dikerahkan untuk menjaga sidang berkas Peninjauan Kembali (PK) Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin 26 Februari 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Utara akan menggelar sidang peninjauan kembali perkara pidana penistaan agama yang telah memenjarakan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hari ini, Senin, 26 Februari 2018. Sidang akan berlangsung terbuka dengan pengamanan dari kepolisian setempat.

    Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat Komisaris Besar Roma Hutajulu mengatakan ada tiga ring dalam penjagaan sidang pemeriksaan berkas PK Ahok. Tiga ring pasukan tersebut adalah gabungan polisi dan TNI. "Jangan ada senjata tajam dan senjata api yang masuk ruang sidang," kata Roma saat memimpin upacara di PN Jakarta Utara, Senin.

    Baca juga: Sidang Perdana PK Ahok: Pendukung Ahok Bakal Penuhi Pengadilan

    Ring satu adalah penjagaan kepolisian di dalam ruang sidang Koesoemah Atmadja yang berada di lantai dua. Roma menyebut kapasitas ruang sidang hanya 50 orang.

    Sedangkan ring dua dibagi menjadi dua, yakni ring 2A dan ring 2B. Ring 2A adalah penjagaan di lantai dua PN Jakarta Utara, sedangkan ring 2B berada di lantai tiga. Lantai dua merupakan lokasi persidangan dan lantai tiga jalur evakuasi.

    "Kenapa ada dua ring di lantai dua dan tiga, karena kalau ada evakuasi nanti dua ring tersebut yang harus mengarahkan. Jalur evakuasi di lantai tiga," kata Roma.

    Kemudian ring tiga adalah penjagaan di luar PN Jakarta Utara yang bertugas menangani demonstran dari pihak pro dan kontra Ahok. Roma mengatakan ada ribuan pasukan dari TNI dan Polisi yang menjaga.

    Terkait sidang hari ini, gnggota tim pengacara Ahok, Yosefina Agatha Sukur, mengatakan tidak ada persiapan khusus dari mereka. 

    Agenda sidang perdana hari ini adalah pembacaan memori peninjauan kembali oleh tim pengacara. Sidang akan dipimpin majelis hakim yang terdiri atas Mulyadi, Salman Alfaris, dan Tugiarto.

    Dalam keterangan sebelumnya, juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jootje Sampaleng, mengungkapkan bahwa tim kuasa hukum mempertentangkan vonis 2 tahun penjara yang diterima Basuki alias Ahok dengan hukuman 1,5 tahun untuk Buni Yani. Pengadilan Negeri Bandung memvonis Buni Yani bersalah karena menyebarkan video pidato Ahok yang telah diedit.

    "Mereka (kuasa hukum) menganggap ada kekhilafan hakim dalam menjatuhkan vonis (kepada Ahok)," kata Jootje.

    Meski tidak menyertakan bukti baru, menurut Jootje, Ahok berhak mengajukan peninjauan kembali. Jootje merujuk pada Pasal 263 ayat 1 dan 2 huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Pasal tersebut menyatakan PK bisa diajukan bila ada bukti baru, kekhilafan hakim, atau pertentangan putusan.

    Jootje belum bisa memastikan kehadiran Ahok dalam persidangan hari ini. "Bergantung pada keputusan tim kuasa hukum yang bersangkutan," katanya kemarin.

    INGE CLARA SAFITRI | CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.