Sabtu, 24 Februari 2018

Bekas Timses Masuk TGUPP, Anies Baswedan Dikritik Anggota DPRD

Reporter:

Devy Ernis

Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

Jumat, 12 Januari 2018 17:50 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bekas Timses Masuk TGUPP, Anies Baswedan Dikritik Anggota DPRD

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno, bersama anggota Komite Pencegahan Korupsi Jakarta yang diketuai mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto di Balaikota Jakarta, Rabu, 3 Januari 2017. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang-orang yang pernah bekerja sama dengan Gubernur Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno, kembali masuk Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Di antara mereka ada yang pernah menjadi anggota tim sukses (timses) Anies-Sandi dalam pemilihan gubernur lalu.

    Berdasarkan surat undangan rapat yang beredar, Anies berencana mengukuhkan sejumlah nama anggota TGUPP Bidang Percepatan Pembangunan pada Kamis siang, 11 Januari 2018, di Balai Kota. Dalam surat bernomor 55/-079.53 tanggal 10 Januari 2018 itu tercantum 21 nama daftar undangan.

    Mereka, antara lain, ahli transportasi Izzul Waro, yang menjadi tim pakar Anies-Sandi dalam kampanye pemilihan gubernur DKI; pegiat Indonesia Mengajar, Patrya Pratama; mantan Pembantu Rektor Bidang Akademik Universitas Paramadina, Totok Soefijanto; dan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Danang Parikesit.

    Baca: Gaji Ketua TGUPP DKI Rp 51 juta Per Bulan, Anggotanya?

    Anies merupakan inisiator program Indonesia Mengajar, pernah menjabat Rektor Universitas Paramadina pada periode 2007-2015, dan rekan satu almamater dengan Danang di Universitas Gadjah Mada (UGM).

    Danang membenarkan bahwa ia menerima undangan itu pada Rabu malam lalu. "Tapi ditunda. Tidak tahu kenapa," ujar dia. Menurut Danang, bisa atau tidaknya dia bergabung ke dalam Tim Gubernur bergantung pada persetujuan rektor UGM. "Tergantung Pak Rektor punya rencana apa buat saya," ujar dia. Danang mengaku siap jika diizinkan masuk Tim Gubernur. "Ya kalau semuanya perintah, siap aja," kata dia.

    Anies telah mengukuhkan TGUPP Bidang Pencegahan Korupsi pada pekan lalu. Tim itu beranggotakan lima orang, di antaranya mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto. Semasa kampanye, Bambang tergabung dalam tim pakar Anies-Sandi.

    Sepekan kemudian, Anies mengukuhkan anggota TGUPP Bidang Harmonisasi Regulasi. Acara pengukuhan tersebut tak tercantum dalam jadwal harian gubernur di situs Beritajakarta.com. "Sudah dikukuhkan," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tuty Kusumawati. Advokat sekaligus pengusaha, Rikrik Rizkiyana, ditunjuk sebagai ketua bidang harmonisasi regulasi. Dia merupakan anggota tim sinkronisasi Anies-Sandi.

    Baca: Sandiaga Uno: TGUPP Bukan Tempat Penampungan Tim Sukses

    Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Santoso, mengatakan, meski memiliki kewenangan penuh dalam penunjukan anggota TGUPP, Anies semestinya tak mengisi tim itu dengan orang-orang dekat yang pernah berjasa kepada dia. "Harusnya profesional lah. Tidak ada sangkut-paut dengan timses," ujar Santoso, kemarin.

    Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah, Robert Na Endi Jaweng, mengatakan penunjukan anggota TGUPP seharusnya terbuka lantaran menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Danang menyitir Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Menurut dia, rekrutmen anggota TGUPP harus memenuhi syarat dan prosedur pengadaan jasa. “Itu kan jasa keahlian," ujar dia.

    Anies Baswedan tak memberikan konfirmasi soal rencana pengukuhan TGUPP Bidang Percepatan Pembangunan itu. "Yang bilang ada pelantikan siapa?" kata Anies sambil berlalu, di Balai Kota, kemarin. 


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.