Minggu, 22 April 2018

Jalan Berliku Menanti OK Otrip Besutan dari Anies-Sandi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah sepeda motor melintasi jalur busway di Jalan Sultan Agung, Jakarta, 24 Oktober 2017 . Pengendara sering melintasi jalur khusus bus Transjakarta itu untuk menghindari kemacetan. ANTARA

    Sejumlah sepeda motor melintasi jalur busway di Jalan Sultan Agung, Jakarta, 24 Oktober 2017 . Pengendara sering melintasi jalur khusus bus Transjakarta itu untuk menghindari kemacetan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Program integrasi transportasi One Karcis One Trip atau OK Otrip yang digagas pasangan gubernur dan wakilnya Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) masih harus menempuh jalan berliku.

    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan akan mengundang enam bank untuk membahas sistem pembayaran dalam program besutan Anies-Sandi tersebut. Targetnya, biaya yang harus dikeluarkan oleh penumpang hanya sebesar Rp 5.000 dengan sakali perjalanan dengan beberapa moda transportasi.
    Baca : Tarif OK Otrip Anies-Sandi akan Disamakan dengan Versi Ahok

    "Yang pasti, sekarang yang akan dibangun adalah sistem pembayarannya. Tidak hanya akurasi soal PSO (public service obligation) yang akan kami berikan, tetapi bisa menghitung jumlah penumpang dan perjalanan orang," ujar Andri di Balai Kota Jakarta, 30 November 2017.

    Sebanyak enam bank itu nantinya diminta untuk mempresentasikan seberapa jauh kilometer setiap armada yang terintegrasi oleh Transjakarta. Adapun integrasi itu melibatkan armada angkutan kota (angkot) hingga bis sedang. Setiap perjalanan, penumpang ditargetkan membayar Rp 5.000 dalam waktu tempuh tiga jam dengan sistem tapping

    Ilustrasinya, setiap penumpang harus menempel kartu di salam satu armada, secara otomatis mesin akan menarik tarif Rp 5.000. Tarif tersebut akan berlaku paling lama tiga jam perjalanan. "Kami sudah  survey waktu penumpang bisa mencapai itu," ujar Andri. 

    Setidaknya, armada tersebut baru mencakup empat wilayah yaitu Lebak Bulus, Warakas, Grogol, dan Duren Sawit. Selama masa uji coba, Dinas Perhubungan akan mengevaluasi efektivitasnya. Andri mengatakan setidaknya dalam tiga tahun, 283 trayek sudah terintegrasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    "Dalam uji coba akan ada 80 armada yang terintegrasi, bukan hanya KWK (Koperasi Wahan Kalpika), ini baru uji coba di empat kawasan. Kami undang enam bank yang bisa bangun sistem akurasi," ujar Andri.

    Yang pasti program OK Otrip ditargetkan akan mulai dijalankan pada awal Januari 2018. "Januari sudah bisa kami jalankan. Sebulan ini masih disiapkan semuanya," ujar Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono saat ditemui di Balai Kota pada Kamis malam 30 November 2017.
    Baca juga : Anies-Sandi Segera Luncurkan Program OK Otrip

    Kepastian beroperasinya OK-Otrip didapat setelah rapat antara Pemerintah DKI Jakarta dan PT. Transjakarta di Balai Kota pada Kamis 30 November 2017 lalu. Budi mengatakan saat ini pihaknya masih mempersiapkan semua hal teknis termasuk kesiapan armada bus Transjakarta.

    "Armada pasti ditambah," kata dia. Tapi, dia enggan mendetailkan jenis bus apa dan berapa banyak penambahan armada yang dibutuhkan. "Pokoknya kami siap," ujar Budi.

    Namun sayangnya, sampai saat ini, kata Andri, program OK Otrip andalan Anies-Sandi itu belum bisa terintegrasi dengan kereta rel listrik commuterline. Andri memastikan armada yang tergabung itu adalah yang memiliki layanan yang terbaik. "Targetnya, lebih cepat lebih baik. Ya uji coba kami usahakan sebelum 100 hari kerja," demikian Andri.

    OK Otrip merupakan program yang diusung Anies-Sandi pada masa kampanye. Dilansir dari situs kampanye Jakartamajubersama.com, OK Otrip merupakan penamaan sistem transportasi yang mengintegrasikan bus Transjakarta, angkot, dan bus feeder.

    LARISSA HUDA | DEVY ERNIS


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Kartini, Shahnaz Haque Berpesan Wanita Harus Seperti Kucing

    Inilah petuah selebritas Shahnaz Haque, atlet bulu tangkis Greysia Polii, dan peneliti laser Maria Margaretha Suliyanti untuk Hari Kartini 2018.