Wawancara Khusus Tempo dengan Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Mohammad Reza Maulana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat berkunjung ke Kantor Tempo, Jakarta, 21 April 2017. Anies-Sandi terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta usai mengalahkan pasangan Ahok-Djarot. TEMPO/Fardi Bestari

    Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat berkunjung ke Kantor Tempo, Jakarta, 21 April 2017. Anies-Sandi terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta usai mengalahkan pasangan Ahok-Djarot. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta -  Anies Baswedan dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara hari ini, Senin, 16 Oktober 2017. Anies bersama wakilnya, Sandiaga Uno, akan memimpin Jakarta untuk periode 2017-2022. Lebih dari sepuluh juta penduduk Ibu Kota menanti janji Anies, yang kini berusia 48 tahun itu.

    Kamis malam, 12 Oktober 2017, Anies menerima Budi Setyarso, Devy Ernis, Reza Maulana, dan Yusuf Manurung dari Tempo untuk wawancara di rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Namun Anies kerap menjawab secara off the record ketika ditanya rincian program kerja. "Pengalaman kami di pemerintahan, kalau mengatakannya duluan, hanya akan menjadi bahan kritikan." Berikut ini kutipannya.
    Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan saat fitting baju Pakaian Dinas Upacara (PDU) sebelum acara pemotretan oleh Pemprov DKI Jakarta di Jakarta 12 Oktober 2017. Pakain Anies di jahit oleh Chiu Tailor, Thio Ahmad Hendra yang juga menjahit baju dinas Gubernur DKI Jakarta periode 1977-1982 Tjokropranolo. Tempo/Ilham Fikri

    Bagaimana persiapan Anda memimpin Jakarta?
    Saya membagi masa kerja dalam tiga periode: kampanye dan pilkada, persiapan, serta pelaksanaan. Begitu Komisi Pemilihan Umum Daerah menetapkan perolehan suara, kami membentuk Tim Sinkronisasi yang menerjemahkan semua janji kampanye menjadi rencana kerja. Pengalaman saya di Tim Transisi Pemilihan Presiden 2014 membuktikan kerja itu tak sederhana. Tim berkomunikasi dengan semua satuan kerja perangkat daerah. Kami beruntung punya periode persiapan yang cukup panjang. Insya Allah sekarang sudah siap.

    Apa yang Anda akan lakukan pada seratus hari pertama?
    Banyak. Dari program sembako terjangkau, penumbuhan kewirausahaan lewat OK-OCE (One Kecamatan One Center of Entrepreneurship), Kartu Jakarta Pintar Plus, transportasi terintegrasi, DP (down payment) rumah nol rupiah, sampai pembangunan stadion Persija. Semua kami kerjakan di awal. Pendekatannya lewat gerakan masyarakat.

    Gerakan masyarakat seperti apa?
    Interaksi antara penduduk dan pemerintah kota ada empat level. Di level paling bawah, City 1.0, pemerintah sebagai administrator, warga sebagai penduduk. Lalu, City 2.0, pemerintah sebagai pelayan, warga sebagai konsumen. Jakarta masih bergerak di antara dua level tersebut. Di City 3.0, pemerintah menjadi fasilitator, warga sebagai partisipan. Kota-kota maju seperti ini. Kemudian City 4.0, ketika pemerintah menjadi penyedia platform, warga sebagai co-creator atau pihak yang menyelesaikan masalah. Mudah-mudahan Jakarta bisa jadi City 4.0.

    Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan saat Fitting Pakaian Dinas Upacara (PDU) di Jakarta, 12 Oktober 2017. Proses pengukuran badan telah dilakukan di kediaman Anies di Cilandak. Proses persiapan pembuatan baju ini sudah dimulai sejaka 20 September lalu. Tempo/Ilham Fikri

    Ada contoh konkret?
    Sampah. Kita tidak ikut membereskan. Warga buang, pemerintah jemput. Di level berikutnya, pemerintah siapkan platform, warga terlibat untuk memilah dan mengolah. Sampah kan masalah bersama. Makin maju suatu kota, warganya makin terlibat. Mudah-mudahan Jakarta bisa jadi 4.0. (Selanjutnya Anies menjabarkan rencana kerjanya, tapi meminta untuk tidak ditulis).

    Pemerintah pusat telah mencabut sanksi moratorium reklamasi Teluk Jakarta. Anda akan menghentikan reklamasi, sesuai dengan janji kampanye?
    Apa yang sudah dijanjikan, itulah yang jadi pedoman kerja. Kami membedakan antara melakukan reklamasi dan apa yang sudah terjadi. Pulau yang sudah jadi harus dimanfaatkan untuk publik. Kalau dibongkar lagi malah jadi masalah. Mau dibawa ke mana tanahnya? Dibuang ke laut malah merusak ekosistem. Pulau yang belum jadi, jangan dibangun. Itu posisi kami.

    Bagaimana realisasi program integrasi transportasi, dengan ongkos Rp 5.000 sampai tujuan?
    Selama transportasi publik massal tidak terintegrasi, orang sulit berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Harus ada sistem transportasi yang menjangkau semua titik. Seperti peredaran darah, ada pembuluh darah besar, menengah, dan kecil. Di jalur utama ada bus rapid transit, light rail transit, mass rapid transit. Turun ke bus sedang, kecil, dan mikro, berupa angkot. Terintegrasi artinya bisa naik kendaraan umum dari dekat rumah sampai titik tujuan.

    Artinya, bakal merombak total sistem angkutan umum sekarang?
    Tentu. Angkot hanya akan berputar di jalan lingkungan, tidak ke jalan besar. Di jalan besar ada bus dan bus sedang. Sesuai dengan ukuran jalan. Masalah sekarang adalah kendaraan kecil dipakai melewati jalur-jalur besar. Peta rute kendaraan umum pun tidak berubah sejak 1980-an.

    Integrasi mulai dari mana?
    Kami mulai di tiga wilayah di Jakarta Timur dan Pusat. Detailnya tak bisa disebutkan sekarang. Tapi kami sudah berbicara dengan sebagian pengusaha transportasi. Kami akan mengajak pengusaha angkutan umum. Ini harus jadi solusi. Kalau mereka tidak bisa jalankan bisnis dengan baik, tidak ada pemasukan yang cukup. Penumpang juga rugi. Supaya terus bergerak, cara menghitung income pengemudi tidak berdasarkan jumlah penumpang, tapi kilometer jalan. Kalau ngetem, menimbulkan kemacetan. Sistem ini juga memberi penumpang kepastian waktu. Di seluruh dunia, mau tidak mau, harus ada subsidi pemerintah untuk transportasi publik.

    Program rumah dengan uang muka nol rupiah bagaimana?

    Tidak ada perubahan. Insya Allah akan segera kami laksanakan. Mekanismenya, program ini adalah fasilitas pembiayaan. Warga pilih sendiri rumahnya. Tapi kami juga siapkan kompleks di mana kami bangun perumahan untuk program DP nol rupiah. Lokasinya jangan diberitahukan dulu. Nanti harganya bisa naik.

    Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan melakukan fitting pakaian dinas upacara (PDU) di kantor relawan Anies-Sandi jalan Tirtayasa II No. 12, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 12 Oktober 2017. TEMPO/M. YUSUF MANURUNG

    Di luar janji kampanye, ada pendapat tugas pertama Anies-Sandi adalah merekatkan lagi masyarakat Jakarta yang terpecah saat pilkada…
    Kami melakukan kajian sosial. Hasilnya, alhamdulillah. Apa yang dibayangkan sebagai polarisasi warga, secara relatif, sudah cair. Coba cari wilayah yang pemilih di pilkada kemarin 50 : 50. Saya berani jamin tak ada ketegangan lagi. Tapi, kalau di media sosial, saya kira belum. Coba lihat media sosial, masya Allah. Karakter media sosial memang beda. Di luar negeri juga begitu.

    Anda juga dianggap terlalu dekat dengan organisasi garis keras seperti Front Pembela Islam… 
    Ya. Saya mencoba dekat semua golongan. Saya diundang masyarakat Hindu, saya datang, begitu juga yang lain. Gubernur Jakarta tidak boleh bilang “saya tidak mau datang ke sini”. Semua warganya, kok. Apalagi FPI organisasi yang legitimate. Kalau yang undang PKI, saya enggak mau datang, karena jelas-jelas terlarang.

    Waktu naik haji, Anda bertemu Rizieq Syihab?
    Saya di sana ibadah. Saya berkonsentrasi pada kegiatan haji saya. Banyak orang yang sedang haji juga waktu itu. Saya silaturahmi dengan tokoh-tokoh Mekah dan Madinah.

    Sejumlah tokoh mulai mencari panggung menjelang pemilihan presiden 2019. Anda akan memimpin Jakarta sampai 2022?
    Garis saya menjadi gubernur. Saya akan urus Jakarta. Jangan saya ditarik untuk urusan di luar Ibu Kota. Bahwa dulu ada Pak Jokowi yang kurang dari lima tahun menjadi gubernur lalu menjadi presiden, jangan ditarik-tarik ke saya. Itu garis beliau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.