Upaya Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Cinere Bellevue

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemadam kebakaran memadamkan api di apartemen dan mal Cinere Bellevue, Depok, 5 Oktober 2017. Belasan mobil pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Kota Depok dibantu Dinas Kebakaran Provinsi DKI Jakarta dikerahkan. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Pemadam kebakaran memadamkan api di apartemen dan mal Cinere Bellevue, Depok, 5 Oktober 2017. Belasan mobil pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Kota Depok dibantu Dinas Kebakaran Provinsi DKI Jakarta dikerahkan. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Poliri berencana kembali ke Cinere Bellevue Suite and Mall, Kota Depok, hari ini, Senin, 9 Oktober 2017. Tim dari Pusat Laboratorium Forensik Markas Besar Polri itu akan melanjutkan investigasi atas peristiwa kebakaran selama 33 jam di satu menara atau tower kompleks apartemen pada Rabu, 4 Oktober 2017.

    Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Limo, Ajun Komisaris Wasgiono, menuturkan investigasi Jumat lalu batal dilakukan karena api yang pertama kali berkobar pada Rabu malam lalu belum benar-benar padam. Tim dari puslabfor belum berani masuk ke dalam gedung. “Rencananya Senin akan dilakukan,” kata Wasgiono, kemarin.

    Baca: Kompensasi Tamu Hotel Akibat Kebakaran Cinere Bellevue Depok

    Sebelumnya, Kepala Polsek Limo, Ajun Komisaris M. Iskandar, mengatakan telah memiliki daftar nama saksi yang akan dimintai keterangan dalam penyelidikan yang sama. Mereka terdiri atas karyawan pengelola apartemen. Contohnya petugas di ruang mesin yang diduga menjadi sumber api dalam kebakaran.

    Hasil dari investigasi tim puslabfor nantinya akan saling dicocokkan dengan keterangan dari para saksi tersebut. “Bisa jadi ada human error, tapi tunggu saja hasilnya,” kata Iskandar, Jumat lalu.

    Kebakaran di Cinere Bellevue Suite dan Mall diperkirakan muncul pertama kali pada pukul 20.30 Rabu lalu. Kebakaran diawali ledakan trafo di lantai basement 3 dan padamnya listrik di Tower B. Api lalu berkobar, di antaranya melalap gudang sebuah hipermarket di kompleks yang sama.

    Kebakaran sulit diatasi karena hidran yang ada tak berfungsi. Puluhan unit mobil pemadam terpaksa mencari sumber air lain dan belakangan polisi mendapati hidran hanya berisi pasir. Api sempat melompat ke lantai lima menara yang sama—bukan menara berbeda seperti ditulis sebelumnya—pada Kamis sebelum akhirnya berhasil dijinakkan pada Jumat pagi sekitar pukul 5.

    Baca: Sumber Kebakaran Cinere Bellevue Diduga dari Ruangan Ini

    Kepala Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok Yayan Arianto mengatakan akan belajar dari pengalaman kebakaran di Cinere Belleveu Suites and Mall. Selain soal hidran, ketiadaan unit mobil tangga diakui membuat proses evakuasi penghuni apartemen terhambat. Unit mobil yang dibutuhkan itu akhirnya datang dari Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan.

    “Pada 2018 sudah direncanakan agar Depok bisa membeli. Anggaran sudah dibahas dan siap dialokasikan,” kata dia. Yayan menuturkan anggaran sebesar Rp 30 miliar untuk mobil tangga dengan jangkauan 55 meter. Mobil tersebut dibutuhkan karena ada 50 gedung tinggi di Depok. “Tahap awal satu unit dulu, harga tidak murah juga,” kata dia.

    Adapun Ronald Wihardja, Direktur PT Megapolitan Developments, perusahaan pengelola Cinere Bellevue Suite dan Mall, menyatakan pihaknya masih memerlukan investigasi menyeluruh untuk menetapkan penyebab munculnya api. Dia menolak berspekulasi tentang human error ataupun kemungkinan penyebab lain. “Kami akan terus bekerja sama dengan otoritas terkait untuk mendapatkan detail yang lebih akurat mengenai penyebab tersebut.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.