Kinerja PLN Merosot, Menteri Rini Tepis Kekhawatiran Sri Mulyani

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kiri) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) sebelum mengikuti rapat terbatas tentang  Persiapan Penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Ka

    Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kiri) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) sebelum mengikuti rapat terbatas tentang Persiapan Penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Ka

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menyatakan tak akan mengubah investasi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) pada megaproyek listrik 35 ribu megawatt (MW). Menurut Rini, kondisi keuangan PLN saat ini sehat untuk membangun pembangkit sekaligus menyelesaikan jaringan transmisi dan distribusi.

    "Menteri Keuangan lebih khawatir daripada saya itu wajar. Tapi kami tahu apa yang kami lakukan," ujar Rini dalam forum investasi infrastruktur di Jakarta, Kamis, 28 September 2017.

    Baca juga: Menteri BUMN Tanggapi Surat Sri Mulyani ke PLN

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menganggap PLN perlu merevisi proyek lantaran kinerja keuangannya terus menurun. Pernyataan itu disampaikan Sri melalui surat kepada Menteri BUMN serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Salinan surat bersifat segera ini bocor ke publik pada Selasa lalu.

    PLN, ucap Rini, sudah memperkuat fondasi keuangan dengan melakukan revaluasi aset. Pemerintah juga turut menanamkan modal sebesar Rp 28,56 triliun. PLN pun hanya menambah kapasitas pembangkitan setrum sekitar 10 ribu MW. Kapasitas sisanya dikerjakan pengembang pembangkit swasta. 

    Perusahaan membutuhkan duit Rp 585 triliun untuk merampungkan proyek, sementara dana yang tersedia dari lingkup internal perusahaan sebesar Rp 39,3 triliun. Rini meminta PLN lebih gencar mencari pinjaman agar program yang diluncurkan pada 2015 ini selesai tepat waktu.

    Menteri Keuangan justru menyebut kinerja keuangan PLN terus melorot lantaran kewajiban korporasi mencicil utang pokok berikut bunganya. Ongkos tersebut tak sejalan dengan pertumbuhan kas bersih operasi.

    Kajian Kementerian Keuangan juga menyatakan pembayaran pokok dan bunga pinjaman perseroan bakal meningkat beberapa tahun mendatang, sesuai dengan profil jatuh tempo pinjaman. Di sisi lain, pertumbuhan penjualan listrik tak memenuhi target. "Dan adanya kebijakan pemerintah meniadakan kenaikan tarif tenaga listrik dapat berpotensi meningkatkan risiko gagal bayar PLN," ucap Sri.

    Simak juga: Disebut Bakal Gagal Bayar Utang, Menteri Jonan Janji Evaluasi PLN

    Menteri Energi Ignasius Jonan menuturkan kondisi keuangan PLN masih aman untuk melanjutkan pembangunan pembangkit. Ia mengaku sudah meminta pendapat Presiden Joko Widodo soal ini. "Kata Presiden, ‘Kalau PLN ada kesulitan cash flow, proyek yang akan dikerjakan boleh saja dikasihkan kepada swasta.’ Jadi 5.000 MW bisa diberikan ke swasta," kata Jonan.

    Direktur Utama PLN Sofyan Basir optimistis perusahaan bisa menyelesaikan program pemerintah tepat waktu. "Rating PLN luar biasa. Dijamin pemerintah pula. Takut apa kalian?

    JULNIS FIRMANSYAH | ROBBY IRFANY | PUTRI ADITYOWATI


  • PLN
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.