Sri Mulyani Ancam Mundur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beserta seluruh jajaran eselon satu Departemen Keuangan, Rabu malam lalu, menyampaikan rencana pengunduran diri kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Niat itu disampaikan oleh Sri beserta jajaran lengkap pejabat Departemen Keuangan di Istana Negara, Jakarta. "Pertemuan itu hanya dilakukan dengan Presiden," kata sumber Tempo di lingkungan Istana. "Sekitar pukul 11 malam."

    Aksi mundur ini berawal dari kekecewaan Sri Mulyani dan jajaran Departemen Keuangan atas intervensi pemerintah terhadap Bursa Efek Indonesia. Semula, Bursa akan kembali memperdagangkan saham Bumi Resources milik Grup Bakrie, yang dihentikan perdagangannya di lantai bursa sejak 7 Oktober lalu akibat harganya longsor hebat.

    Rencana pencabutan suspensi saham Bumi telah dikeluarkan Bursa pada pukul 08.30 WIB. Kebijakan ini ditempuh karena telah ada penjelasan dari pihak Bakrie sebelumnya tentang rencana penjualan maksimal 35 persen saham Bumi kepada Northstar Pacific senilai US$ 1,3 miliar.

    Namun, tiba-tiba keputusan itu dibatalkan sesaat sebelum perdagangan sesi pertama dibuka pada pukul 09.30. Tak ada penjelasan detail di balik keputusan ini. Direktur Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah hanya menyebutkan, "Atas permintaan pemerintah."

    Menurut sumber lainnya, keputusan pembatalan pencabutan suspensi terpaksa dilakukan Sri setelah menerima perintah dari Presiden. Sebab, kabarnya, ada sejumlah menteri dan pejabat di lingkungan Istana yang membisikkan kepada Presiden, jika hal itu dilakukan, dikhawatirkan saham Bumi akan anjlok dan merusak pasar secara keseluruhan.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil disebut-sebut sempat menemui Presiden membicarakan soal ini. Ia pun dikabarkan menghubungi Sri dan menyarankan pembatalan pencabutan suspensi. Namun, ia membantah. "Tidak ada, lagi pula saya tidak tahu soal itu," ujarnya di kantornya kemarin. "Itu gosip."

    Suara di kabinet kabarnya memang terbelah. Di satu sisi, ada yang menganggap rencana Sri membuka suspensi saham Bumi tak disertai alasan jelas. Sedangkan pihak lainnya berprinsip aturan bursa harus ditegakkan tanpa pandang bulu. "Kenapa Bakrie harus mendapat perlakuan khusus," ujar sumber di Departemen Keuangan.

    Keputusan kontroversial inilah yang kemudian menyulut kemarahan jajaran Departemen Keuangan. Sri siang itu juga langsung memimpin rapat membahas persoalan ini di markas Departemen Keuangan di Lapangan Banteng.

    Pertemuan berlangsung hingga larut malam. "Kami sepakat, aturan harus ditegakkan, apa pun taruhannya," kata salah seorang peserta rapat. "Kalau tidak begitu, lebih baik mundur. Ini soal integritas."

    Setelah kata sepakat dicapai, Sri bersama seluruh pejabat eselon satu menemui Presiden di Istana. Dalam pertemuan itu, kata sumber tadi, Sri menyampaikan niatnya tersebut. Tapi Presiden secara tidak langsung menolak permohonan mundur Sri.

    Sri pun akhirnya mengurungkan niatnya, asalkan ia bersama jajarannya diberi kepercayaan penuh. "Yang penting, ini menjadi pembelajaran," kata seorang pejabat. "Setelah itu, kami masih berdiskusi hingga pukul dua dinihari."

    Juru bicara Presiden, Andi Mallarangeng, membantah kabar pengunduran diri Sri Mulyani. "Bu Ani baik-baik saja," ujarnya. Sri pun memilih diam dan hanya berujar pendek, "Ah, yang benar...," katanya mengelak.


    Metta Dharmasaputra/Wahyudin Fahmi/Agoeng Wijaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.