Bank Dunia Punya Bos Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dr. Jim Yong Kim. REUTERS/Bruno Domingos

    Dr. Jim Yong Kim. REUTERS/Bruno Domingos

    TEMPO.CO, Washingtpm-Bank Dunia, lembaga keuangan tertinggi dunia yang diakui secara global kini punya bos baru. Sejak 16 April 2012, seorang warga negara Amerika Serikat keturunan Korea Selatan, Jim Yong Kim duduk di kursi teratas Bank Dunia. Kim akan menggantikan Robert Zoellick mulai 1 Juli 2012.

    Kim adalah pria keturunan Asia pertama yang memimpin Bank Dunia sejak 1945 tahun lalu. Rektor Darmouth College di Amerika Serikat itu menjadi Presiden Bank Dunia setelah mengalahkan kandidat terkuat,Menteri Keuangan Nigeria Ngozi Okonjo-Iweala.

    Pemilihan kemarin adalah pertama kalinya dalam sejarah Bank Dunia calon dari Amerika mendapat saingan ketat dari calon lainnya. Menurut sumber Guardian, Okonjo-Iweala didesak mundur oleh Dewan Utama Bank Dunia karena potensi perpecahan negara-negara anggota. Padahal Okonjo sudah mengumpulkan 19 persen suara. Meski didesak, Okonjo berkukuh mengikuti seleksi.

    Selain Okonjo, sebenarnya ada nama Menteri Keuangan Kolombia José Antonio Campo. Tapi Campo sudah mengundurkan diri sejak Jumat pekan lalu. Sehingga hingga kemaren hanya tinggal Okonjo dan Kim. Pria kelahiran Seoul, Korea Selatan, itu banyak mendapat dukungan dari Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Kanada. Negara pendukung Kim adalah pemegang suara mayoritas Bank Dunia.

    Kim adalah pria pilihan Presiden Barack Obama. Jatuhnya pilihan ke ahli kesehatan masyarakat itu mengejutkan semua orang. Sebab biasanya calon Presiden Bank Dunia pilihan Amerika memiliki latar belakang dunia keuangan. Kim adalah lulusan sekolah dokter Harvard, antropolog, dan mantan pejabat Organisasi Kesehatan Dunia WHO. Namanya tak pernah muncul karena dia memang bukan 'lingkaran' Gedung Putih

    Kiprah Kim dimulai pada 1980-an, saat ia berada di antara sekelompok kecil dokter dan antropolog yang bekerja di Haiti dan memulai sebuah organisasi berbasis komunitas kesehatan global yang disebut Partners in Health. Lalu, Kim memimpin organisasi itu di Peru selama epidemi yang resistan terhadap obat tuberkulosis pada pertengahan 1990-an--ia membantu menegosiasikan harga yang lebih rendah dari perusahaan farmasi untuk membuat orang miskin memiliki akses pada pengobatan.

    Terakhir, pria yang tinggal di Amerika sejak usia lima tahun itu, aktif dalam penanganan HIV/AIDS di Afrika. Hingga sebelum terpilih jadi nominasi Presiden Bank Dunia, Kim adalah Direktur Departemen HIV/AIDS Badan Kesehatan Dunia. Kepiawaiannya dalam menanggulangi masalah-masalah di negara miskin telah membuat Presiden Amerika Serikat Barack Obama tertarik. Obama akhirnya memberi dukungan penuh kepada Kim pada 23 Maret 2012.

    Ekonom Universitas Cornell, Eswar Prasad, mengatakan latar belakang Kim bisa membantu negara-negara berkembang. "Dia akan menghilangkan stigma bahwa dia hanya tertarik melayani kepentingan Amerika Serikat ketimbang negara-negara berkembang," ujar dia.

    Kim dalam pernyataaan setelah pemilihan menyatakan akan memprioritaskan liberalisasi pasar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tiap negara. "Pertumbuhan yang berbasis kinerja pasar akan menambah lapangan pekerjaan dan mengurangi tingkat kemiskinan di seluruh dunia," kata dia

    Sebagai Presiden Bank Dunia, Kim juga mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan kekhasan budaya dan kehidupan sosial dari berbagai negara untuk memastikan bahwa berbagai proyek yang dijalankan lembaganya mencapai hasil. "Jika kita bisa beradaptasi dengan hal itu, saya pikir, proyek yang kita jalankan bisa sukses," ujarnya.


    TRIP | FERY FIRMANSYAH | DIANING SARI

    berita terkait :
    Calon Presiden Bank Dunia dari Negara Berkembang
     
    Siapa Jim Kim, Pilihan Obama untuk Bank Dunia?
     
    Bank Dunia Umumkan Tiga Calon Presidennya 

    Presiden Baru Bank Dunia Keturunan Korea Selatan

    Presiden Baru Bank Dunia Seorang Ahli Kesehatan
    Bos Bank Dunia Fokuskan Liberalisasi Ekonomi 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.