Pemaparan Visi Misi Mengawali Kampanye

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK, Adnan Pandupraja (kiri) bersama calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), Hendardji Soepandji-Riza Patria Hidayat, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli ketika hadir di Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis (14/06). TEMPO/Seto Wardhana

    Wakil Ketua KPK, Adnan Pandupraja (kiri) bersama calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), Hendardji Soepandji-Riza Patria Hidayat, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli ketika hadir di Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis (14/06). TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Agenda pemaparan visi dan misi enam calon Gubernur DKI Jakarta di gedung DPRD DKI, Ahad 24 Juni 2012 sarat akan sindiran yang dialamatkan kepada calon gubernur incumbent Fauzi Bowo. Pemaparan ini mengawali masa kampanye yang akan digelar hingga 7 Juli mendatang.

    Calon gubernur yang diusung PDI Perjuangan dan Gerindra, Joko Widodo, melontarkan sindiran ketika memaparkan program transportasi. Ia mengatakan, dari 11 koridor busway yang ada, sebanyak sepuluh dibangun sebelum 2007, ketika Fauzi Bowo mulai menjabat.

    “Masak selama lima tahun, sampai tahun ini koridor yang dibangun cuma satu,” katanya. (Baca:Sindiran Calon Penantang buat Fauzi Bowo  )

    Fauzi tidak bereaksi mendengar sindiran calon gubernur nomor urut tiga tersebut. Dia, yang duduk di sisi panggung, tetap tenang. Hanya, seorang anggota tim suksesnya tampak menepuk-nepuk pundaknya.

    Lain lagi sindiran yang disampaikan oleh Alex Noerdin, calon nomor urut enam, yang diusung Partai Golkar. Setelah menyampaikan beberapa poin paparannya, ia sempat menyelipkan kalimat singkat: “Gubernur dan wakilnya harus kompak.”

    Pernyataan itu mengingatkan pada hubungan Fauzi dengan wakilnya saat ini, Prijanto, yang tak mesra. Prijanto bahkan pernah mengajukan surat pengunduran diri pada pertengahan Desember 2011 karena merasa tidak dibutuhkan.

    Bukan cuma dari para pesaing, “gangguan” untuk Fauzi juga datang dari pendukung para pesaingnya itu. Gubernur DKI periode 2007-2012 tersebut menjadi sasaran keriuhan yang menimpali setiap visi dan misi yang sedang dia sampaikan.

    Fauzi sempat meminta skors saat waktu yang disediakan untuknya masih tersisa 2 menit 26 detik. Dia tampak emosi, terlebih setelah massa pendukung kandidat lain meneriakkan "Hidup Prijanto!". Petugas lalu menertibkan para pendukung calon gubernur yang dimaksud. "Tolong waktunya diskors dulu. Saya tidak mau waktu saya terganggu karena kejadian ini,” katanya, yang mendapat nomor urut pertama.

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Ferrial Sofyan mengimbau para kandidat serta massa agar dapat menjaga situasi sepanjang masa kampanye. "Kita harus menjaga dan mewujudkan pilkada DKI yang damai," kata Ferrial.

    SATWIKA MOVEMENTI | ANGGRITA

    Berita Terkait : 

    Kalau Menang,Foke Janji Birokrat DKI Bebas Korupsi 

    1.000 Busway Janji Jokowi

    Penyampaian Visi Misi Foke Sempat Diskors

    Masa Kampanye Pilkada DKI 2012 Resmi Dimulai 

    Panwaslu Gelar Deklarasi Jakarta Anti-Politik Uang

    Debat Publik, Jokowi Tanpa Persiapan Khusus 

    Kampanye Hari Ini: Pagi ke Dewan, Malamnya Adu Debat

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.