Mahasiswa dan Polisi Bentrok di Tangerang Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakapolri Komjen Polisi Nanan Sukarna. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Wakapolri Komjen Polisi Nanan Sukarna. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan-Ratusan mahasiswa dari satu universitas di Tangerang Selatan terlibat bentrok dengan polisi kala berunjuk rasa menolak kedatangan Wakil Kepala Kepolisian RI Inspektur Jenderal Nanan Sukarna ke kampus mereka. Mereka melemparkan batu ke arah polisi yang dibalas dengan tembakan gas air mata.

    Kericuhan ini mengakibatkan seorang mahasiswa semester 7 Fakultas Hukum Universitas Pamulang, Bernadiktus Mega Pradita (20) luka berdarah di hidung. Ia kena pukul polisi yang mencoba menghalau unjuk rasa. "Saya tidak tahu siapa yang memukul,” kata Benediktus. “Namun yang di depan tadi polisi semua. Oknum polisi itu memukul polisi. Tak mungkin satpam atau rektorat yang melakukannya."

    Inspektur Jenderal Nanan Sukarna, yang akhir-akhir ini ramai hendak diusung PDI Perjuangan dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat, datang ke kampus itu Kamis, 18 Oktober 2012, pukul 08.15.  Nanan datang hendak menjadi pembicara dalam seminar manajemen yang digelar mahasiswa dan rektorat.

    Sekitar 30 Mahasiswa kemudian menghadang Nanan di tengah kampus. Mereka membuat barikade mencoba keluar kampus. Lima menit kemudian, Nanan yang dikawal ketat menerobos barisan mahasiswa. Ia pun masuk aula Rektorat. tempat acara berlangsung, meski telat 30 menit.

    Saat Nanan di dalam, mahasiswa berorasi menolak kedatangan dan memintanya keluar dari kampus. Di luar jumlah mahasiswa berlipat-lipat menjadi sekitar 300-an orang. Nanan pun segera diamankan keluar usai acara berlangsung.

    Mahasiswa kemudian menaiki mobil truk pasukan pelopor dan mengambil satu unit tameng. Polisi berusaha mencegahnya. Namun mahasiswa melawan. Dua polisi dipukul mahasiswa dengan bambu.

    Justru mahasiswa yang kemudian memukul mundur polisi hingga kantor Kepolisian Setor Pamulang di seberang kampus. Mahasiswa yang menguasai bunderan Pamulang terus melempari polisi menggunakan batu. Aksi tersebut dibalas dengan tembakan gas air mata.

    Sedikitnya lima mahasiswa ditahan. Kepolisian sudah menguasai jalan yang macet total di sekitar bundaran Pamulang. Polisi terus membuat suara tembakan sehingga mahasiswa bertahan di dalam kampus. Bentrokan pun baru reda pada pukul 11.00. Lima polisi cidera dalam kejadian ini.

    Mahasiswa Universitas Pamulang menyatakan bentrokan terjadi spontan dan tak terkendali. ”Awalnya kami bertahan, polisi mengeluarkan tembakan peringatan, dan teman-teman mahasiswa melempari polisi dengan batu di jalan depan Kampus,” kata Koordinator Mahasiswa Universitas Pamulang, Boma Lesmana.

    Ia menuturkan, kalangan mahasiswa menolak Nanan memasuki areal kampus.  Mahasiwa tak secara jelas merinci alasan menolak kedatangan Nanan ini.

    JONIANSYAH | WANTO

    Berita Terkait
    Mahasiswa Serang Polisi, Pamulang Mencekam  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.